Patung Soekarno Membaca, Ikon yang Menginspirasi Semangat Literasi
- 04 Agt 2026 11:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Patung Soekarno membaca berdiri megah di kawasan Plaza Manahan, Kota Surakarta, telah menjadi salah satu ikon kota yang sarat makna. Tidak hanya berfungsi sebagai karya seni publik dan objek swafoto masyarakat, patung ini juga menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya budaya membaca. Sosok Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, digambarkan sedang duduk sambil membaca buku sebagai simbol bahwa ilmu pengetahuan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa.
Mengutip laman Wikimedia Commons – Patung Soekarno di Stadion Gelora ManahanSelasa (4 Agustus ) Patung berbahan perunggu tersebut dibangun pada tahun 2016 ketika Kota Surakarta dipimpin Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. Dengan tinggi sekitar tujuh meter lengkap dengan air mancur di sekelilingnya, patung ini dirancang bukan sekadar sebagai penghias ruang publik, melainkan sebagai media edukasi yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani kebiasaan membaca Bung Karno. Menurut penjelasan pemerintah kota, pose Bung Karno yang sedang membaca dipilih untuk menggambarkan kecintaannya terhadap buku dan proses belajar sepanjang hayat.
Semangat literasi yang dipancarkan patung tersebut sejalan dengan perjalanan hidup Soekarno. Sejak muda, Bung Karno dikenal sebagai sosok yang gemar membaca berbagai buku tentang sejarah, politik, filsafat, hingga kebudayaan dunia. Kebiasaan membaca itu membentuk wawasan luas yang kemudian menjadi bekal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan merumuskan berbagai gagasan kebangsaan. Karena itu, patung tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu diawali dengan pengetahuan dan kemauan untuk terus belajar.
Keberadaan Patung Soekarno Membaca juga memperkuat citra Kota Surakarta sebagai kota yang peduli terhadap pendidikan dan kebudayaan. Setiap hari kawasan Plaza Manahan dipadati masyarakat yang berolahraga, berwisata, maupun berfoto di sekitar patung. Di balik daya tarik visualnya, masyarakat diajak menangkap pesan moral bahwa membaca bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta memperkuat karakter bangsa.
Sebagai ikon yang menginspirasi semangat literasi, Patung Soekarno Membaca diharapkan terus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Melalui simbol sederhana berupa seorang pemimpin yang tekun membaca, masyarakat diajak menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Dengan demikian, patung ini tidak hanya menjadi landmark Kota Surakarta, tetapi juga representasi nilai-nilai pendidikan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan semangat belajar yang diwariskan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.
Referensi:
Universitas Indonesia Library – Kajian Sejarah Koleksi Lukisan dan Patung Soekarno
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....