Bupati Boyolali Minta Penanganan Kekeringan dan Karhutla Jadi Perhatian Penting

  • 24 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Memasuki puncak musim kemarau 2026, Bupati Boyolali, Agus Irawan meminta seluruh jajaran Forkopimda, Camat hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan perhatian khusus kepada penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) antisipasi kekeringan dan Karhutla yang dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah hingga para Camat se-Kabupaten Boyolali di Ruang Merbabu kantor Bupati pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dirinya meminta kehadiran posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Boyolali harus menjadi pusat koordinasi yang benar-benar bekerja secara efektif.

"Saya minta jangan sampai ada persoalan di lapangan yang terlambat ditangani hanya karena lemahnya komunikasi dan koordinasi. Data harus cepat, informasi harus akurat, respons harus tepat, dan bantuan harus sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya Agus Irawan.

Selain itu, Agus Irawan juga menekankan untuk memperkuat pemantauan wilayah rawan kekeringan dan karhutla serta sistem peringatan dini, kemudian memastikan kesiapan sumber daya, terutama armada tangki air, sumber air, peralatan pemadaman, personel, dan sarana pendukung lainnya.

Pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bisa dilakukan tepat sasaran, cepat, transparan, dan terkoordinasi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor sampai tingkat Kecamatan, Desa, dan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Boyolali Ari Wahyu Prabowo, 11 kecamatan yang rawan kekeringan meliputi, Kecamatan Ampel, Andong, Cepogo, Gladagsari, Juwangi, Kemusu, Musuk, Selo, Tamansari, Wonosamodro dan Wonosegoro

Sembilan Kecamatan diantaranya menurut Ari Wahyu Prabowo juga masuk dalam area rawan Karhutla, yakni Kecamatan Cepogo, Gladagsari, Juwangi, Kemusu, Musuk, Selo, Tamansari, Wonosamodro dan Wonosegoro.

Ari Wahyu Prabowo turut menyampaikan prosedur permohonan bantuan air bersih. Diantaranya yaitu termasuk dalam wilayah rawan kekeringan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali, kemudian membuat surat permohonan dari desa.

Nantinya jika permohonan sudah dikirimkan, pihak BPBD Boyolali akan mengirimkan bantuan air bersih setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Baznas, PMI, dan PUDAM Tirta Ampera. Namun, jika nanti ada permohonan bantuan dari daerah di luar wilayah kekeringan, maka akan dilakukan asesmen mengenai kondisi wilayah tersebut.

"Masyarakat yang membutuhkan informasi ataupun bantuan air bersih dapat berkunjung langsung ke Posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Boyolali berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Boyolali. Sedangkan untuk layanan darurat, bisa menghubungi pusat informasi di nomor 0811-2950-033," ucap Ari Wahyu Prabowo. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....