Aksi Damai di Gladag Soroti Penistaan Agama Hingga Maraknya LGBT
- 23 Agt 2026 03:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Aliansi Masyarakat Muslim Soloraya menggelar aksi damai di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu 22 Agustus 2026. Aksi tersebut menyuarakan keresahan massa terhadap kasus yang mereka sebut sebagai penistaan agama, maraknya minuman keras, serta isu LGBT.
Wakil Koordinator Lapangan aksi, Andi Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif masyarakat muslim di wilayah Soloraya. Massa berkumpul untuk menyampaikan aspirasi secara damai terkait sejumlah isu yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Kita mengadakan aksi damai terkait dengan viralnya kasus penistaan agama, yaitu ketika membaca Alquran dihadiahi nomor atau minuman keras. Dan juga maraknya aksi LGBT dan penistaan agama," katanya.
Menurut Andi, persoalan LGBT juga menjadi perhatian massa karena dinilai mulai ditampilkan secara terbuka di sejumlah tempat umum di Kota Solo. Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat mengenai pandangan kelompoknya terhadap isu tersebut.
"Di Solo ini relatif kondusif. Cuma pergerakan LGBT ini sudah mulai terang-terangan. Di coffee shop, di tempat-tempat umum itu mereka sudah tidak malu menunjukkan penyimpangan mereka," ujarnya.
Andi juga menyoroti peredaran minuman keras yang menurutnya berpotensi memberikan dampak terhadap generasi muda. Ia menyampaikan pandangan bahwa konsumsi minuman keras dapat merusak akal dan mendorong munculnya berbagai persoalan sosial.
"Minuman keras ini yang menjadi penyebab utama rusaknya akal. Makanya aksi ini kita gelar untuk menyadarkan masyarakat betapa bahayanya miras bagi generasi muda," katanya.
Ia menegaskan aksi tersebut tidak berkaitan dengan tindakan teknis seperti penyegelan tempat usaha yang sebelumnya terjadi di wilayah Solo. Menurutnya, Aliansi Masyarakat Muslim Soloraya hanya menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.
"Kalau penyegelan dan lain-lain, kita berbeda. Kita dari Aliansi Masyarakat Muslim Soloraya tidak ada sangkut pautnya. Kita murni menyuarakan," ucapnya.
Andi menyebut massa yang mengikuti aksi diperkirakan mencapai 500 hingga 800 orang. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di eks Karesidenan Surakarta.
Aksi berlangsung dengan penyampaian aspirasi dan orasi terkait isu yang menjadi perhatian peserta. Massa berharap penyampaian aspirasi tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah untuk merespons persoalan sosial serta menjaga kehidupan masyarakat tetap kondusif. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....