Harga Pakan Melonjak, Paguyuban Peternak Boyolali Gelar Aksi Bagi Ayam dan Telur
- 11 Agt 2026 05:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Paguyuban Peternak Boyolali bersatu menggelar aksi damai untuk menyuarakan kegelisahan terkait melambungnya harga pakan ternak yang tidak sebanding dengan harga jual ayam maupun telur.
Aksi yang berlangsung pada Senin 10 Agustus 2026 ini diawali dengan audiensi Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali dan dilanjutkan dengan pembagian ayam dan telur secara gratis kepada masyarakat di kawasan Tugu Jagung.
Ketua Paguyuban Peternak Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo, mengungkapkan bahwa margin keuntungan peternak kian menipis dan membuat para peternak mandiri skala kecil terancam punah. Kondisi terjepit ini telah berlangsung selama setengah tahun terakhir akibat melonjaknya harga bahan baku pakan.
"Margin kami dalam berternak semakin tipis diimpit dari kedua sisi. Dari harga bahan baku hari ini melambung tinggi, pakannya tinggi, harganya jual rendah. Ini mengakibatkan kegelisahan peternak, kalau ini enggak segera diatasi teman-teman peternak kecil terutama bisa musnah dari bumi Boyolali ini," kata Krishandrika Immanuel Raharjo.
Krishandrika Immanuel Raharjo menjelaskan bahwa pakan utama seperti jagung yang porsinya mencapai 50 persen dari komponen pakan, kini harganya menembus hingga Rp7.200 per kilogram di tingkat peternak. Padahal, Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah berada di angka Rp5.500.
Bahan baku lain seperti Bungkil Kedelai (BKK) juga melonjak hingga di atas Rp10.000–Rp11.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga jual hasil ternak justru anjlok drastis. Harga telur di tingkat peternak sempat terperosok ke angka Rp18.500 per kilogram, jauh di bawah HAP pemerintah sebelumnya yaitu Rp26.500.
Sementara harga ayam broiler jatuh hingga Rp12.000 dan ayam afkir berkisar Rp12.000–Rp15.000. Kondisi ini dinilai kian diperparah dengan adanya kebijakan penurunan harga acuan telur oleh Wakil Menteri Perdagangan menjadi Rp24.000 di tengah meroketnya harga pakan. Peternak dengan populasi di bawah 2.000 ekor bahkan mulai gulung tikar.
Menanggapi aksi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Ahmad Gojali yang menemui massa aksi, menyampaikan akan membawa aspirasi para peternak ke tingkat lebih tinggi, agar bisa semakin didengar.
"Terkait dengan hal ini kami akan mencoba untuk menyampaikan aspirasi dari para peternak ini ke jajaran yang lebih tinggi," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Ahmad Gojali.
Sebagai wujud keprihatinan sekaligus aksi sosial, peternak membagikan 108 ekor ayam dan 26 kilogram telur kepada masyarakat sekitar. Angka tersebut dirangkai secara khusus untuk menyimbolkan tanggal aksi, yakni 10 Agustus.
Pilihan lokasi di Monumen Jagung pun menjadi simbol penegasan tuntutan agar pemerintah menjamin pasokan jagung sesuai HAP Rp5.500. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....