Polisi Mediasi PSHT-Pagar Nusa usai Bentrok di Polokarto, Sejumlah Orang Diamankan

  • 08 Sep 2026 18:40 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Sukoharjo – Polisi bersama TNI dan pemerintah daerah memediasi dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa, menyusul bentrok yang terjadi di wilayah Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Mediasi digelar di Aula Mapolsek Polokarto, Senin 07 September 2026 malam yang dihadiri sekitar 20 orang, di antaranya Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Saputra, unsur Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta perwakilan PSHT dan PSNU Pagar Nusa.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa TNI, Polri dan pemerintah daerah bersama-sama berupaya menyelesaikan persoalan tersebut sekaligus memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Polokarto.

Anggaito mengatakan proses penegakan hukum tetap berjalan. Sejumlah orang telah diamankan dan saat ini diproses secara hukum oleh Polres Sukoharjo terkait peristiwa tersebut.

"Prosesnya tetap yaitu upaya kami dari Reskrim melakukan penegakan hukum, namun demikian di Reskrim juga ada restorative justice, dan yang terpenting saat ini kita ingin rehabilitasi terlebih dahulu," kata Kapolres.

Menurutnya, upaya menjaga kondusivitas juga menjadi perhatian karena adanya potensi munculnya persoalan baru akibat kedatangan pihak-pihak dari luar wilayah. Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.

"Harapannya tidak ada setelah ini kegiatan-kegiatan yang bersifat mengganggu kondusivitas kamtibmas," tegasnya.

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Saputra mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. TNI siap mendukung upaya menjaga kamtibmas dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman sehingga persoalan antarpihak tidak kembali berkembang menjadi konflik.

Dandim juga menekankan pentingnya seluruh elemen, termasuk pimpinan dan anggota perguruan silat, untuk menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Sementara itu, Kapolsek Polokarto AKP Sri Haryanto mengatakan mediasi dilakukan untuk mencari kesepakatan bersama agar persoalan yang terjadi tidak kembali berlanjut.

"Pada pertemuan malam ini kita melakukan musyawarah dalam rangka mediasi agar permasalahan kemarin dapat diperoleh kesepakatan," ujar Sri Haryanto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan silat menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan tidak melakukan pengerahan massa.

Perwakilan PSHT, Dakun alias Jamal, menyatakan pihaknya siap menjaga keamanan bersama. Ia juga menegaskan tidak ingin terjadi pengerahan massa secara liar dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada kepolisian.

"Pada intinya pada malam ini dan seterusnya jangan sampai ada pengerahan massa secara liar. Masalah kemarin agar tetap ditindaklanjuti dalam penegakan hukum," katanya.

Hal senada disampaikan perwakilan PSNU Pagar Nusa, Ridwan Nur Hidayat. Ia menyatakan pihaknya sepakat menjaga situasi kamtibmas dan meminta setiap persoalan yang terjadi diproses sesuai ketentuan hukum.

"Kita di sini melakukan kedamaian, dan dari Pagar Nusa juga sudah melakukan open donasi untuk membantu, tetapi tidak cukup di situ saja. Damai tetap damai, dan laporan tetap diterima dan ditindaklanjuti," ujarnya.

Dari sisi penanganan perkara, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zainudin menegaskan kepolisian terbuka menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan. Penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta, keterangan saksi, dan barang bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Kami selaku penegak hukum terbuka, silakan apabila ada yang melapor, kami akan menerima," kata Zainudin.

Ia menambahkan, proses hukum terhadap pihak yang telah diamankan tetap berjalan sesuai ketentuan. Di sisi lain, penyelesaian perkara melalui restorative justice dapat ditempuh apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

Sebagai bagian dari hasil mediasi, kedua pihak kemudian menyepakati komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan kondusivitas wilayah. Surat kesepakatan bersama dibacakan dan dilanjutkan dengan penyerahan surat kesepakatan damai.

Polisi berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti pada tingkat pimpinan perguruan silat. Komitmen menjaga perdamaian diharapkan diteruskan kepada seluruh anggota di tingkat bawah sehingga tidak terjadi provokasi, pengerahan massa maupun aksi balas dendam yang berpotensi memunculkan konflik baru.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, TNI, Polri dan pemerintah daerah berharap situasi di wilayah Polokarto kembali kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....