Menteri PPPA Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak di Era Digital
- 22 Agt 2026 22:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan pemberian gawai sebagai satu-satunya bentuk pengasuhan anak. Orang tua justru perlu semakin hadir untuk mendampingi, berkomunikasi, dan memahami aktivitas anak di dunia digital.
Pesan tersebut disampaikan saat Launching Ruang Bersama Indonesia (RBI) sekaligus Penyerahan Hadiah Lomba Gerakan Ayah Senang Momong Anak Solo (GASMAS) di Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres, Surakarta, Sabtu 22 Agustus 2026.
Arifatul mengatakan perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui perangkat digital. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian orang tua karena terdapat berbagai risiko yang dapat memengaruhi anak.
“Anak-anak kita sesungguhnya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, karena bahaya ada di genggaman anak kita,” katanya.
Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa nyaman untuk bercerita. Ia mengungkapkan survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan hanya sekitar 20 persen yang memilih orang tua sebagai tempat bercerita.
“Dari 20 ribu lebih anak, 20 persen curhat kepada orang tua. Alhamdulillah masih ada yang curhat kepada orang tua. Tetapi 80 persennya mereka curhat kepada temannya karena merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Arifatul menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan introspeksi bagi orang tua dalam membangun pola komunikasi dengan anak. Pendekatan pengasuhan juga perlu disesuaikan dengan karakter anak dan perkembangan zaman agar anak tidak merasa takut atau tidak nyaman ketika menyampaikan persoalan.
“Anak-anak kita ajak untuk berkomunikasi. Ayo kita coba mencari cara komunikasi yang sama-sama disenangi oleh anak-anak kita,” katanya.
Selain memperkuat komunikasi, Arifatul mendorong pemanfaatan permainan tradisional berbasis kearifan lokal sebagai alternatif kegiatan anak di luar penggunaan gawai. Permainan tersebut dapat dihadirkan di sekolah, puskesmas, maupun kantor kelurahan agar anak memiliki ruang untuk bermain dan berinteraksi secara langsung.
Arifatul juga menekankan pentingnya penguatan karakter anak melalui nilai agama, moral, etika, akhlak, dan budi pekerti. Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter agar anak tumbuh secara utuh.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai orang tua perlu memahami aktivitas dan ketertarikan anak di tengah perkembangan dunia digital. Menurutnya, kedekatan tersebut penting agar komunikasi dalam keluarga tetap terjaga.
“Orang tua benar-benar perlu tahu apa yang sedang dimainkan anaknya, apa yang sedang digandrungi dan diminati anaknya. Tantangan dunia digital hari ini membuat orang tua harus lebih dekat dengan anak,” ucap Respati. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....