Sedimentasi Saluran Irigasi di Desa Gadingan Mojolaban Akhirnya Dikeruk
- 21 Agt 2026 21:46 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Pemkab Sukoharjo bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) serta Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Ngupoyo Roso melakukan pengerukan sedimentasi di saluran irigasi desa Gadingan kecamatan Mojolaban, Jumat 21 Agustus 2026.
Pengerukan sedimentasi di Saluran irigasi tersebut melintasi sejumlah wilayah di Mojolaban hingga Karanganyar dan Sragen sepanjang lebih dari satu kilometer itu dipantau langsung oleh Plt Bupati Eko Sapto Purnomo.
Pengerukan diharapkan dapat memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga petani tetap bisa mengolah sawah saat musim kemarau.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan pengerukan sedimentasi menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung pertanian.
“Dengan pasokan air yang lebih lancar, petani diharapkan tetap dapat mengolah sawah saat musim kemarau sehingga produksi padi meningkat,” ujar Eko Sapto.
Menurutnya, kegiatan pengerukan sedimen di saluran irigasi bisa dilakukan di lokasi lain dengan kondisi serupa, tidak hanya di wilayah Mojolaban melainkan daerah lain di Sukoharjo.
Lebih lanjut disampaikan Eko Sapto, pengerukan saluran irigasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sedimentasi, tetapi juga menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mendukung peningkatan luas tanam padi di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.
Ketua GP3A Ngupoyo Roso, Tridadi, mengatakan saluran irigasi sekunder tersebut dipenuhi sedimen berupa material padat seperti tanah dan tidak pernah dibersihkan selama sekitar 15 tahun.
“Ya, para petani berinisiatif melakukan pengerukan sedimentasi, yang sudah 15 tahun tidak dikeruk itu guna meningkatkan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian saat musim kemarau. Saluran irigasi itu melintasi empat desa di wilayah Mojolaban seperti Gadingan, Plumbon, Demakan, Palur hingga Karanganyar dan Sragen," ujar dia.
Dengan pengerukan pihaknya berharap nantinya luas lahan pertanian yang bisa mendapat tambahan pasokan air mencapai sekitar 91 hektare.
Sementara itu Plh Kepala BBWSBS Rizhali Triutomi Sahan mengatakan pengerukan sedimentasi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Irigasi Bersih yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum.
“BBWS Bengawan Solo mendorong petani dan masyarakat ikut menjaga saluran irigasi agar dapat berfungsi secara maksimal,” kara dia.
Menurutnya, sampah dan sedimen yang mengendap di dasar saluran perlu dibersihkan agar air dapat mengalir lancar ke lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.
“Pengerukan sedimentasi di saluran irigasi merupakan langkah nyata untuk memperlancar suplai air ke lahan pertanian di wilayah Mojolaban, Sukoharjo hingga Karanganyar dan Sragen,” ujar dia. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....