Ini Firasat Keluarga Galang PMI Jepang, sebelum Meninggal Tenggelam di Sungai

  • 20 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Duka mendalam menyelimuti keluarga Galang Satrio Priambodo (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Sragen. Anak sulung dari tiga bersaudara tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berwisata bersama teman-temannya di Jepang.

Kejadian naas tersebut terjadi pada Jumat 14 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Pihak keluarga memastikan bahwa almarhum meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, melainkan saat mengisi waktu luang selepas beraktivitas.

Saat ditemui di rumah duka pada Kamis 20 Agustus 2026.siang, kedua orang tua korban, Widiyatmoko (46) dan Parmi (47), tak mampu menyembunyikan rasa duka. Parmi terlihat sangat syok atas kepergian putra pertamanya tersebut.

Widiyatmoko menceritakan, kabar duka itu pertama kali diterima keluarga pada Jumat malam selepas waktu Magrib dari rekan kerja almarhum di Jepang.

"Kabar pertama dapat informasi habis Magrib, katanya tenggelam di sungai saat jalan-jalan sama teman-temannya habis salat Jumat. Jadi posisinya sedang rekreasi, bukan saat bekerja," ucap Widiyatmoko.

Ia menambahkan, kabar tersebut datang langsung dari sesama PMI di Jepang, bukan dari pihak lembaga penyalur.

Widiyatmoko yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ekspedisi Jakarta-Denpasar mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian.

Namun, ia sempat merasa beberapa hari menjelang peristiwa tersebut pekerjaannya terasa begitu lancar dan rezeki mengalir lebih dari biasanya.

Widyatmoko mengaku, firasat justru datang dari adik kandungnya (paman korban). Empat hari sebelum kabar duka diterima, sang adik bermimpi bahwa di rumah Widiyatmoko sedang digelar hajatan besar yang dihadiri banyak orang.

"Kalau saya dan istri tidak ada firasat sama sekali. Cuma adik saya sempat cerita, empat hari sebelum dikabari, dia mimpi kalau rumah saya ramai orang seperti sedang punya hajatan," ucapnya.

Almarhum Galang dikenal sebagai sosok yang gigih. Ia telah bekerja di sektor pertanian/perkebunan di Jepang selama kurang lebih 7 tahun.

Selama kurun waktu tersebut, korban baru sekali pulang ke Indonesia pada tahun 2022 lalu selama dua bulan usai menyelesaikan program magang, sebelum akhirnya memperpanjang masa kerjanya.

Proses pemulangan jenazah dari Jepang saat ini tengah diurus. Pihak keluarga memperkirakan jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Jepang pada Jumat dan dijadwalkan tiba di rumah duka di Tanon, Sragen, pada Sabtu. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....