Dewangga Wujudkan Impian Kerja di Jepang lewat RSKB

  • 06 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dewangga Pranata Christianda, pemuda asal Surakarta berusia 26 tahun, bersiap meniti karier sebagai tenaga kerja konstruksi di Saitama, Jepang. Keberangkatan ini merupakan hasil pelatihan kerja melalui program Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) yang diinisiasi Pemerintah Kota Surakarta.

Lulusan SMK Negeri 2 Surakarta ini akan bekerja sebagai tenaga perakitan besi konstruksi. Dewangga terpilih setelah melalui proses pembelajaran intensif selama tujuh bulan sebelum dinyatakan lolos pemberangkatan.

Selama masa persiapan, ia tidak hanya mendapatkan pelatihan bahasa, tetapi juga mentalitas kerja. Fokus utama pelatihan meliputi kedisiplinan, kebersihan, serta pengenalan budaya kerja masyarakat Jepang yang sangat ketat.

“Persiapan dari bahasa itu pasti. Terus persiapan dari mental, sikap, kedisiplinan, dan kebersihan juga menjadi prioritas dalam pelatihan,” ujar Dewangga saat ditemui di Kantor Disnaker, Senin, 4 Mei 2026.

Ia mengakui bahwa mempelajari bahasa baru merupakan tantangan terbesar selama masa persiapan tujuh bulan tersebut. Selain bahasa, membiasakan diri dengan standar kebersihan dan kedisiplinan yang mendalam juga memerlukan adaptasi yang kuat.

“Kesulitan pasti ada dalam setiap bahasa karena merupakan hal baru. Untuk hal lainnya, saya harus membiasakan diri lebih dalam tentang kebersihan dan kedisiplinan,” katanya.

Keberangkatan ini merupakan impian lama Dewangga yang sempat tertunda karena pernah mengalami kegagalan pada percobaan sebelumnya. Program RSKB dari Pemerintah Kota Surakarta menjadi peluang kedua yang akhirnya berhasil ia maksimalkan.

“Saya memilih Jepang karena impian saya dari dulu. Saya pernah gagal sekali, dan alhamdulillah lewat program Pak Walikota ini saya lolos seleksi,” ucapnya.

Motivasi utama Dewangga bekerja di luar negeri adalah untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ia menargetkan penghasilan dua digit yang akan digunakan sebagai modal usaha setelah kontrak tiga tahunnya berakhir.

“Target saya untuk mengangkat derajat keluarga dan membanggakan orang tua. Gajinya nanti saya tabung untuk modal usaha dan rencana menikah di Indonesia,” ujarnya.

Dewangga memiliki latar belakang pengalaman kerja yang luas, termasuk pernah bekerja sebagai pengelas di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Setelah pulang dari Jepang, ia berencana mengembangkan usaha bengkel mekanik Vespa milik ayahnya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Reza/MI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....