Lupa Matikan Bekas Bedian, Lahan Kosong di Bantaran Sungai Boyolali Terbakar
- 17 Agt 2026 11:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, BOYOLALI – Kebakaran melanda sebuah lahan kosong di sekitar bantaran sungai Dukuh Kanten, RT 04/RW 01, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Minggu 9 Agustus lalu. Peristiwa yang sempat memicu kepanikan warga setempat tersebut diduga kuat dipicu oleh kelalaian warga saat membuat bedian (api untuk menghangatkan badan).
Insiden bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika seorang saksi bernama Walidi sengaja membakar sampah di lokasi kejadian. Pembakaran tersebut dilakukan semata-mata untuk menghangatkan tubuhnya yang merasa kedinginan.
Namun, petaka terjadi saat saksi meninggalkan lokasi api untuk berpindah ke area berjarak sekitar 20 meter tanpa memadamkan bara api hingga tuntas. Saat saksi kembali untuk mengecek, api rupanya sudah membesar dan menjalar ke tumpukan barang rongsokan di lahan tersebut. Menyaksikan kobaran api yang kian meluas, warga yang khawatir api merembet ke pemukiman langsung melaporkan kejadian ini melalui layanan bebas pulsa Call Center Operator 110 Polres Boyolali.
Menerima laporan darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Mojosongo, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali, serta warga setempat bergerak cepat bahu-membahu menjinakkan si jago merah. Setelah upaya keras di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolsek Mojosongo, IPTU Hartanto, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa langkah cepat jajarannya merupakan bentuk pelayanan prima kepolisian.
"Respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat," ujar IPTU Hartanto saat memberikan keterangannya.
Ia menjelaskan, personel di lapangan telah mengambil serangkaian tindakan penting, mulai dari mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), membantu proses pemadaman, hingga mencatat saksi serta menginventarisasi kerugian.
Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, IPTU Hartanto memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan pemantik api di ruang terbuka.
"Kami mengimbau warga agar tidak meninggalkan api setelah membakar sampah karena dapat dengan mudah merembet dan menimbulkan kebakaran," ucapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Kerugian ditaksir hanya berupa materiil tumpukan rongsok senilai kurang lebih Rp1 juta. Seluruh proses penanganan dan pemadaman berlangsung kondusif, aman, dan lancar. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....