Banyak Masyarakat Solo Perlu Psikolog Rujukan, Respati Perkuat Posyandu Plus 6 SPM

  • 22 Mei 2026 18:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Solo, Respati Ardi merasa prihatin dengan data yang dimiliki Dinas Kesehatan, bahwa 10 persen warga perlu mendapatkan psikolog rujukan. Melihat data tersebut, dirinya berjanji akan memperkuat kehadiran Posyandu Plus 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dikatakan Respati Ardi juga, selama setahun berjalan, kehadiran Posyandu Plus 6 SPM sangat dibutuhkan warga dan terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat Solo.

"Posyandu dan layanan tambahan Kesehatan Mental ini ternyata sangat-sangat dibutuhkan dan mendapatkan apresiasi dari petugas psikolog juga. Di mana psikolog di sini ada ada sektornya, yakni Psikolog untuk balita, untuk ibu hamil, untuk remaja, untuk lansia dan dewasa," kata Respati Ardi saat ditemui di lokasi Posyandu Plus 6 SPM, Taman Cerdas Kelurahan Gilingan pada Jumat, 22 Mei 2026.

Setelah setahun berjalan juga, Posyandu Plus 6 SPM dianggap sudah memiliki dampak besar dan mampu menyelesaikan banyak permasalahan, salah satunya kasus rumah tangga yang dikarenakan masalah perekonomian.

Ditambahkan Respati Ardi juga, bahwa saat ini banyak kasus kekerasan remaja hingga mengakhiri hidup yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Hal itu yang juga menjadi satu alasan Pemerintah Kota menghadirkan Posyandu Plus 6 SPM.

Terkait masih kurangnya jumlah Psikolog yang hadir di Posyandu Plus 6 SPM, Respati menegaskan akan menggandeng asosiasi-asosiasi profesi Psikolog.

"Kita turut prihatin, banyak kekerasan remaja dan bunuh diri, maka dari itu kita jalankan program Posyandu Plus untuk kesehatan mental. Untuk kekurangan Psikolog, kita terus tambahkan dengan menggandeng asosiasi-asosiasi besar untuk profesi psikologis klinis," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari dalam mengantisipasi keterbatasan Psikolog, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengatur waktu dari total 636 Posyandu yang ada, dalam setahun akan mendapatkan kunjungan Psikolog sebanyak dua kali dengan terbagi dua semester.

"Jadi dalam satu tahun nanti akan mendapatkan dua kali kunjungan Psikolog di setiap Posyandu ya. Tahun ini sendiri, sampai dengan bulan Mei 2026, baru mungkin sekitar 30 persen dari jumlah sasaran Posyandu. Nah, ini kami jadwalkan terus setiap kali pelaksanaan Posyandu dengan kekuatan psikolog yang ada. Harapannya satu semester ini sudah tercover semua. Nanti ganti diulang lagi di semester berikutnya gitu," ucap Retno Erawati Wulandari.

Lebih lanjut, Retno Erawati Wulandari juga menjabarkan permasalahan-permasalahan remaja hingga dewasa yang sering didapati Psikolog di setiap Posyandu Plus 6 SPM. Dari permasalahan keluarga hingga percintaan.

"Kebanyakan adalah masalah keluarga dan juga dari remaja-remaja itu ternyata juga ada yang masalah cinta-cintaan ternyata. Nah, ini ya harapannya kita mengedukasi masyarakat untuk sehat secara mental, sehingga kejadian-kejadian yang tidak diinginkan jangan sampai terjadi lagi. Karena semua bisa diselesaikan," ucapnya menambahkan.

Diketahui dari sebanyak 636 Posyandu Plus 6 SPM, jumlah Psikolog yang bertugas baru sebanyak 70 orang. Jumlah tersebut masih jauh dikatakan cukup jika menangani kasus-kasus kesehatan mental di setiap Posyandu. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....