Pemkab Sukoharjo Berencana Jadikan kawasan GP3D Sebagai Pusat Kegiatan Seni
- 11 Agt 2026 22:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menggelar audiensi bersama Kelompok Pekerja Seni Sukoharjo di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Sukoharjo.
Audiensi yang berlangsung Selasa 11 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan para pekerja seni untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas berbagai perkembangan serta kebutuhan pelaku seni di Kabupaten Sukoharjo.
Selain Plt Bupati Eko Sapto Purnomo hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Sumarno dan Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Havid Danang.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, Pemkab Sukoharjo berencana menjadikan kawasan GP3D di Proliman menjadi pusat kegiatan seni, budaya, hingga UMKM.
“Nantinya GP3D yang dulu kita kenal dengan sebutan Gedung Lowo itu diproyeksikan menjadi ruang publik kreatif, layaknya koridor Gatot Subroto (Gatsu) di Solo maupun kawasan Malioboro di Yogyakarta,” ujar Eko Sapto, saat memberikan keterangan persnya.
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah membuka pintu seluas-luasnya bagi komunitas, pegiat seni, dan masyarakat dalam merumuskan konsep penataan kawasan tersebut.
“Gagasan mengadopsi konsep mirip Gatsu Solo atau Malioboro Jogja merupakan bagian dari masukan komunitas yang akan diselaraskan dengan identitas kearifan lokal Sukoharjo,” katanya.
Sementara itu, salah satu pegiat seni asal Sukoharjo, S. Widiyono, mengaku sudah lama memendam gagasan untuk meramaikan kawasan Proliman Sukoharjo yang lokasinya cukup strategis. Kawasan ini bisa menjadi ruang interaksi yang menawarkan potensi seni dan budaya yang dipadukan dengan kuliner malam.
“Para pegiat seni dan budaya bisa menampilkan talenta dan bakat di kawasan Proliman Sukoharjo. Sehingga, kawasan ini lebih ramai dan hidup pada malam hari. Kami berencana mengawali gagasan ini pada akhir Agustus,” ujar Widi sapaan akrabnya.
Widi juga menyoroti tantangan besar para pelaku seni saat ini yang harus bersaing dengan gempuran era digital dan hiburan layar kaca.
“Oleh karena itu untuk melawan gempuran era digital tersebut Pemkab Sukoharjo harus memiliki tempat interaksi masyarakat yang benar-benar hidup,” katanya.
Sebagai langkah awal, para seniman merencanakan menggelar pentas pembuka bertajuk "Sukoharjo Titik Nol" pada 28 Agustus mendatang.
“Kami berharap momentum itu menjadi penanda kebangkitan baru bagi ruang berekspresi para pelaku seni dan budaya di Kota Makmur,” ujarnya.
Menurutnya, pada pentas Sukoharjo Titik Nol, akan menampilkan berbagai kolaborasi mulai dari menyanyi, menari, atraksi lain, dan hiburan yang membuat warga akan menikmati sajian dari para pengisi acara. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....