Aksi di Gladag, Peternak Solo Beri Ayam “Pakan” Sertifikat Tanah

  • 05 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya melakukan aksi simbolis memberi ayam "pakan" berupa sertifikat tanah di Bundaran Gladag, Surakarta, Rabu 5 Agustus 2026. Aksi tersebut menggambarkan tekanan ekonomi yang disebut membuat sebagian peternak harus mengorbankan aset untuk mempertahankan usahanya.

Penanggung jawab aksi, Krishandrika Immanuel Raharjo, mengatakan peternak membawa sekitar 50 ekor ayam afkir dalam aksi tersebut. Selain aksi simbolis, peternak juga membagikan telur kepada pengguna jalan yang melintas.

"Itu sebagai perlambangan bahwa kami hari ini sudah melakukan hal itu untuk menjaga kelangsungan peternak rakyat. Tapi kalau ini terus berlanjut, yang terjadi juga enggak akan bisa tahan lama," kata Krishandrika.

Menurut Krishandrika, tekanan terhadap peternak terjadi di tengah tingginya biaya produksi, terutama pakan. Sementara itu, harga ayam afkir saat ini disebut hanya berkisar Rp12.000 hingga Rp16.000 per ekor.

Nilai jual tersebut dinilai tidak mampu menutup kerugian maupun biaya yang telah dikeluarkan peternak. Kondisi itu membuat peternak menghadapi pilihan sulit untuk mempertahankan ayam di tengah biaya pakan yang terus berjalan.

Krishandrika mengatakan persoalan tersebut juga berkaitan dengan harga jagung sebagai salah satu komponen utama pakan. Harga jagung yang sampai ke peternak disebut telah mencapai Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram.

"Komposisi harga pakan yang cukup signifikan hari ini termasuk jagung, harga sampai di peternak bisa sampai Rp6.800 sampai Rp7.000. Padahal acuan pemerintah hari ini hanya Rp5.500," ujarnya.

Di sisi lain, peternak menilai harga telur masih berada di bawah harga acuan pemerintah. Ketimpangan antara harga hasil produksi dan biaya pakan tersebut menjadi salah satu alasan peternak turun menyampaikan aspirasi.

"Harga telur senantiasa di bawah harga Harga Acuan Pembelian (HAP). Bahkan di bulan lalu pemerintah malah menurunkan harga HAP telur, padahal kondisi harga pakan hari ini terus naik," ucapnya.

Melalui aksi simbolis tersebut, peternak ingin menggambarkan kondisi keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Solo Raya. Mereka berharap pemerintah mengambil kebijakan yang dapat menekan biaya pakan sehingga peternak kecil tetap mampu mempertahankan usahanya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....