Aksi di Gladag, Peternak Solo Raya Keluhkan Harga Jagung Tembus Rp7.000
- 05 Agt 2026 14:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya mengeluhkan harga jagung untuk pakan ternak yang mencapai Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai semakin menekan peternak karena harga telur disebut masih berada di bawah harga acuan pembelian (HAP).
Keluhan itu disampaikan dalam aksi peternak di kawasan Bundaran Gladag, Surakarta, Rabu 5 Agustus 2026. Penanggung jawab aksi, Krishandrika Immanuel Raharjo, mengatakan peserta berasal dari perwakilan peternak sejumlah kabupaten di Solo Raya.
"Harga telur senantiasa di bawah harga HAP. Bahkan di bulan lalu pemerintah malah menurunkan harga HAP telur, padahal kondisi harga pakan hari ini terus naik," kata Krishandrika.
Menurut Krishandrika, jagung menjadi salah satu komponen pakan yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga yang diterima peternak disebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga acuan pemerintah.
"Komposisi harga pakan yang cukup signifikan hari ini termasuk jagung, harga sampai di peternak bisa sampai Rp6.800 sampai Rp7.000. Padahal acuan pemerintah hari ini hanya Rp5.500," ujarnya.
Krishandrika mengatakan peternak pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Namun, peternak berharap kebijakan tersebut juga diikuti dengan pengendalian harga pakan agar biaya produksi dapat ditekan.
"Kalau kami diajak untuk harganya murah, tapi didukung dengan kebijakan pemerintah untuk membuat harga pakan kami murah, kami juga akan mendukung pemerintah," ucapnya.
Pemerintah, menurut Krishandrika, sebenarnya telah menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, peternak menilai program tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap harga pakan di lapangan.
"Kami juga berterima kasih, sebenarnya pemerintah sudah menyalurkan SPHP, tapi enggak berdampak cukup banyak untuk mengontrol harga pakan yang ada di lapangan. Hari ini terus naik dan teman-teman peternak semakin menjerit," katanya.
Melalui aksi tersebut, peternak berharap pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan biaya produksi sekaligus menjaga keberlangsungan peternakan rakyat. Dalam aksi di Bundaran Gladag, peternak juga membagikan telur kepada pengguna jalan yang melintas. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....