Siap Beroperasi, Pesantren Putri Miftahul Qolbi di Karanganyar Diresmikan

  • 09 Agt 2026 20:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Paguyuban warga perantau asal Desa Kadipiro yang tergabung dalam Yayasan Sendang Panguripan Kadipiro meresmikan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Putri Miftahul Qolbi di Dusun Tedunan, Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Minggu 9 Agustus 2026.

Acara peresmian tersebut diresmikan oleh Camat Jumapolo Bambang Sriyanto yang hadir mewakili Bupati Karanganyar Rober Christanto, serta diwarnai dengan Khutbah Ta'aruf dan penyerahan santunan kepada puluhan warga kurang mampu.

Ketua Yayasan Sendang Panguripan Kadipiro, Setiyadi, menyampaikan, pembangunan pesantren putri ini bermula dari ikhtiar dan niat tulus kawan-kawan perantau di kawasan Jabodetabek sejak 10 tahun lalu untuk memberikan kemanfaatan nyata bagi desa asal mereka.

"Dari tahun kira-kira 10 tahun yang lalu kawan-kawan dari perantauan yang tergabung dari berbagai profesi, ada pedagang bakso, pedagang sayur, hingga pekerja bangunan berniat bagaimana kita punya andil manfaat di masyarakat tempat lahir. Di sinilah kita bersama dari teman-teman perantauan berangkat sampai hari ini alhamdulillah dengan rida Allah sudah terwujud," ujar Setiyadi.

Setiyadi menjelaskan, lembaga pendidikan ini berfokus mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, tidak hanya mengejar hafalan tetapi juga menanamkan adab serta pengamalan isi Al-Qur'an. Kendati demikian, ia mengakui bahwa pengerjaan fisik bangunan pesantren saat ini masih menghadapi kendala anggaran dan defisit pembiayaan material.

"Sampai hari ini kita punya anggaran sebetulnya Rp1,7 miliar sekian, tapi utang material kita masih banyak dan hitung-hitungan sampai hari ini masih defisit atau kurang lebih Rp350 juta lagi. Kami masih menunggu infak, sedekah, dan zakat mal dari Bapak Ibu sekalian. Niat kita ikhlas saja berjuang di jalan Allah," katanya.

Sementara itu, Camat Jumapolo, Bambang Sriyanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para warga perantau yang telah bersinergi menghimpun dana hingga mampu mendirikan bangunan pesantren megah di daerah asal.

"Kami terima kasih kepada Pak Haji Setiyadi dan warga perantau yang sudah mensponsori, menjadi penggalang dana, hingga sudah menjadi bangunan yang megah saat ini. Walaupun pembangunannya habis miliaran dan masih ada utang, mari kita bergotong-royong bersama bagaimana caranya bisa melunasi utang material tersebut," ucap Bambang.

Bambang menegaskan, Pemerintah Kecamatan Jumapolo sangat bersyukur atas hadirnya lembaga pendidikan keagamaan ini karena sangat membantu masyarakat setempat, khususnya dalam pembinaan anak-anak perempuan di bidang keagamaan.

"Kami warga masyarakat sangat bersyukur adanya pondok pesantren putri ini karena sudah membantu warga di Desa Kadipiro dan sekitarnya, khususnya yang mempunyai putri dan ingin belajar membaca Al-Qur'an. Harapan kami sarana ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan ada kegiatan belajar mengajar yang terus berkembang," ujarnya.

Dukungan senada disampaikan oleh Kepala Desa Kadipiro, Larsito. Ia mengapresiasi kolaborasi erat antara pihak perantau dengan pengelola pesantren lokal seperti PPTQ Raudhatul Ilmi dalam membina generasi muda daerah.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang berada di Sejabodetabek yang telah membangun adanya pesantren putri ini. Ini juga berkolaborasi dengan PPTQ Raudhatul Ilmi Kadipiro yang santri putranya di sana, dan putrinya di sini," kata Larsito.

Larsito berharap keberadaan pesantren putri ini dapat membawa dampak positif bagi pembentukan karakter dan moralitas warga desa secara berkelanjutan.

"Harapan saya dengan adanya pesantren yang ada di desa kami ini bisa membawa kepada generasi dan regenerasi Desa Kadipiro agar lebih baik dalam akidahnya maupun dalam muamalahnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....