Lewat 'Goes to Pesantren', Bawaslu Surakarta Tanamkan Nilai Kepemiluan di MA

  • 19 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta memperkuat sinergi pendidikan demokrasi menyasar generasi muda di lingkungan pesantren. Langkah ini diawali dengan silaturahmi sekaligus persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Surakarta dan MA Al Muayyad Surakarta.

Melalui kerja sama ini, Bawaslu Surakarta bakal menggelar program Bawaslu Goes to Pesantren. Program tersebut berfokus memberikan sosialisasi kepada para santri baru mengenai nilai-nilai demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya membangun integritas.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas teknis pelaksanaan penandatanganan MoU, penyusunan materi sosialisasi, hingga penguatan kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan politik dan literasi demokrasi.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan bagi para santri agar menjadi warga negara yang aktif dan kritis," ujar Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Minggu 19 Juli.

Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo menyampaikan matri dalam kegiatan Bawaslu Goes to Pesantren. Program tersebut berfokus memberikan sosialisasi kepada para santri baru mengenai nilai-nilai demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya membangun integritas.

Ia menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan menjadi langkah penting memperluas pendidikan demokrasi dan budaya pengawasan partisipatif.

"Kami ingin mengajak para santri untuk memahami pentingnya demokrasi yang berintegritas, mengenal peran Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi, serta mendorong tumbuhnya semangat pengawasan partisipatif," kata Agus.

Pihaknya berharap para santri dapat menjadi agen literasi demokrasi yang mampu menyebarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan semangat menolak politik uang di lingkungan sekitarnya.

Agus Sulistyo, menegaskan Bawaslu Solo berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan. Upaya ini dilakukan demi meningkatkan literasi demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas di Kota Surakarta. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....