Bakti Perantau Kadipiro, Pesantren Putri Miftahul Qolbi Berdiri di Karanganyar
- 08 Agt 2026 21:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Paguyuban Warga Kadipiro perantauan Jabodetabek yang tergabung dalam Yayasan Sendang Panguripan Kadipiro mendirikan Pondok Putri Miftahul Qolbi di Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Peresmian pesantren khusus santriwati tersebut akan diresmikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan dirangkaikan dengan penyaluran santunan bagi puluhan anak yatim piatu di Dusun Tedunan, Desa Kadipiro.
Pendiri Pondok Putri Miftahul Qolbi sekaligus perwakilan Yayasan Sendang Panguripan Kadipiro, Tresno, menjelaska gagasan ini berawal dari kerinduan puluhan tahun para warga perantau untuk memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi tanah kelahiran mereka di Karanganyar.
"Ini kami itu para perantau dari asal Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, yang ada di Jabodetabek. Ada namanya Paguyuban Warga Kadipiro di perantauan, berdirinya tahun 1989. Sudah sekian puluh tahun warga paguyuban ingin bagaimana desa asal kita itu bisa berkontribusi terhadap kemajuan desa. Banyak peninggalan kita yang sudah disalurkan," ucapnya saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 8 Agustus 2026.
Trisno menceritakan bahwa aksi sosial yang awalnya berskala kecil kemudian disepakati untuk ditingkatkan menjadi program pembangunan sarana pendidikan keagamaan yang permanen.
"Puncak-puncaknya kita sadar betul, ojo mung bantu sifatnya cilik-cilik. Ayo dong ngumpulne dana, ngumpulne duit nggo bangun pesantren. Tahun 2017 kita membuat yayasan namanya Yayasan Sendang Panguripan Kadipiro, kita kuatkan dengan badan hukum di Jakarta. Lalu alhamdulillah di tahun 2019 kita dapat tanah wakaf hampir 2.500 meter," kata Tresno.
Guna menjalankan sistem operasional dan kurikulum pendidikan santri, yayasan berkolaborasi dengan Yayasan Raudhatul Ilmi Karanganyar yang telah memiliki pengalaman mengelola santri putra di wilayah setempat.
"Kita tidak punya kapasitas untuk mengajar santri, maka alhamdulillah kita bisa bekerja sama dengan pondok yang sudah eksis di daerah ini, Yayasan Raudhatul Ilmi Karanganyar. Nah, yang sedang kami dirikan dan diresmikan oleh Pak Bupati ini adalah tempat untuk santriwatinya," ujarnya.
Pada tahun ajaran pertama ini, pengelola membuka kuota terbatas untuk santriwati usia sekolah dasar (SD) kelas 6, dengan fokus utama pembinaan akhlak dan hafalan Al-Qur'an tanpa mengabaikan pendidikan formal sekolah umum.
"Sorenya santri sudah siap dan mulai tidur di pondok. Mereka yang sekolah di luar tetap kita cukupi sarapan dan fasilitasnya, berangkat sekolah masing-masing. Nanti kembali ke pondok intensif hafalan Al-Qur'an. Nanti kalau lulus 3 tahun, untuk ijazah formalnya kita juga sudah kerja sama PKBM dengan salah satu MTs Negeri di Kecamatan Jatipuro," kata Tresno.
Trisno menggarisbawahi bahwa pembangunan pesantren ini murni hasil swadaya dan gotong royong dari warga perantau yang mayoritas bekerja di sektor usaha mikro dan pekerja nonformal.
"Harapan kami, yang mendirikan ini rata-rata pekerjaannya di nonformal, didominasi ada tukang bakso, tukang sayur, dan tukang bangunan. Harapan kami ini menjadi kontribusi bagi kami yang sudah sekian puluh tahun hidup di luar tapi tidak lupa dengan tanah kelahiran," ucapnya.
Ia pun berpesan agar keberadaan Pondok Putri Miftahul Qolbi mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah setempat sebagai aset berharga daerah.
"Ini nanti bukan punyanya perantau saja, tetapi ini adalah aset daerah. Mestinya seluruh masyarakat warga Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, dan Karanganyar pada umumnya ikut membesarkan ini. Kita ikut berkontribusi membangun bangsa dari sisi pendidikan akhlak dan mental," ujar Tresno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....