Revitalisasi Museum Solo, Kementerian Kebudayaan Siapkan Rp5 Miliar

  • 09 Agt 2026 20:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah melakukan revitalisasi ruang tata pamer Museum Keris Nusantara dan Museum Radya Pustaka di Kota Surakarta dengan dukungan anggaran masing-masing Rp2,5 miliar. Pembenahan diarahkan untuk meningkatkan kualitas ruang pamer sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya.

Kepala UPTD Museum Kota Solo, Bonita Rintyowati mengatakan revitalisasi Museum Keris Nusantara difokuskan pada lantai dua dan tiga. Pembenahan Museum Radya Pustaka juga dilakukan pada sejumlah bagian ruang tata pamer.

“Jadi semuanya di ruang tata pamer sesuai arahan dari Menteri Kebudayaan, memang kita di ruang tata pamer. Jadi nanti di keris akan dirombak sedemikian rupa,” kata Bonita.

Bonita menjelaskan masing-masing museum memperoleh dukungan anggaran Rp2,5 miliar dari APBN melalui Kementerian Kebudayaan. Saat ini proses revitalisasi masih berada pada tahap perencanaan sebelum masuk proses tender.

“Dananya masing-masing 2,5 M. Dari APBN melalui Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.

Pekerjaan fisik revitalisasi ditargetkan mulai sekitar akhir September 2026. Bonita menargetkan proses pembenahan selesai pada Desember tahun yang sama.

“Ya, mungkin akhir September mulai dibongkar. Desember harus selesai,” ucapnya.

Bonita mengatakan Museum Keris Nusantara tetap dibuka untuk masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung. Hal itu dimungkinkan karena pekerjaan tidak mencakup seluruh ruang museum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan revitalisasi museum perlu diikuti dengan pengembangan cara penyampaian informasi kepada pengunjung. Teknologi dinilai dapat membantu museum memberikan pengalaman yang lebih interaktif, khususnya bagi generasi muda.

“Harapannya bisa menjadikan museum sebagai tempat ruang interaksi, edukasi dan juga pembelajaran yang relevan di era digital,” kata Astrid.

Astrid mengatakan pendekatan digital dapat diterapkan melalui informasi koleksi berbasis barcode hingga ruang pamer yang memberikan pengalaman imersif. Pengunjung diharapkan tidak hanya melihat benda koleksi, tetapi memahami cerita dan konteks sejarah di baliknya.

“Bahkan mungkin juga bisa berinteraksi dua arah dengan beberapa timeline atau bagaimana ruang pamernya nanti disesuaikan dengan periode instalasi tertentu sehingga anak muda itu bisa merasakan experience atau pengalaman tidak hanya sekadar datang untuk melihat tetapi juga ada cerita yang bisa diceritakan kembali,” ujarnya.

Revitalisasi tersebut diharapkan meningkatkan daya tarik museum sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang budaya dan pembelajaran. Pemerintah Kota Surakarta juga mendorong museum terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat pelestarian sejarah dan budaya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....