Astrid Dorong Museum Solo Bertransformasi Jadi Ruang Belajar Era Digital
- 09 Agt 2026 20:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mendorong museum-museum di Kota Surakarta bertransformasi menjadi ruang interaksi, edukasi, dan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan era digital. Menurutnya, museum tidak lagi cukup hanya menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Astrid usai menghadiri Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Koleksi "Morning Tea" dan Peringatan HUT ke-9 Museum Keris Nusantara di Museum Keris Nusantara Solo, Minggu 9 Agustus 2026.
Astrid mengatakan museum perlu memperkuat interaksi dengan pengunjung, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi pusat kajian bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, komunitas, hingga kolektor. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar museum terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
"Saya kira museum saat ini bukan hanya sekadar tempat untuk menyimpan koleksi-koleksi. Harapannya museum bisa menjadi ruang interaksi, edukasi, dan pembelajaran yang relevan di era digital," katanya.
Ia menilai kegiatan seperti Morning Tea dapat menjadi ruang diskusi antara pengelola museum, kolektor, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap tema tertentu. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan baru untuk pengembangan museum.
Astrid juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam penyajian koleksi museum. Menurutnya, penggunaan barcode, ruang pamer interaktif, hingga penyajian koleksi berdasarkan periodisasi dapat memperkaya pengalaman pengunjung.
"Revitalisasi museum ke depan tidak hanya sekadar koleksi yang ditaruh, tetapi mungkin juga menampilkan barcode yang berisi keterangan-keterangan mengenai koleksi tersebut. Bahkan mungkin bisa berinteraksi dua arah dengan beberapa timeline, atau ruang pamer disesuaikan dengan periodisasi tertentu," katanya.
Menurut Astrid, transformasi museum dapat diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan serta munculnya kebutuhan masyarakat terhadap program-program baru, seperti pameran tematik. Langkah tersebut diyakini mampu membuat hubungan antara museum dan masyarakat semakin hidup.
Ia menambahkan, konsep Solo sebagai center of knowledge didukung oleh keberadaan berbagai museum yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan dan kebudayaan. Museum-museum tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat tentang sejarah sekaligus menghubungkannya dengan perkembangan masa kini dan masa depan. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....