Dosen UMS Dampingi Guru PAUD Susun Modul PHBS
- 06 Agt 2026 18:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Penguatan Stratifikasi Sekolah Sehat melalui Pendampingan Integratif Penyusunan Modul Ajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Aisyiyah Laweyan." Kegiatan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026), di KB-TK Aisyiyah Program Unggulan Karangasem, Laweyan, Surakarta dengan diikuti oleh 20 guru dari TK Aisyiyah mitra di wilayah Laweyan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) yang bertujuan meningkatkan kesiapan sekolah dalam menghadapi Stratifikasi Sekolah Sehat melalui penguatan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar PHBS yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan dua satuan PAUD Aisyiyah, yaitu KB-TK Aisyiyah Program Unggulan Karangasem, Laweyan dan TK Aisyiyah Tunggulsari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Kedua sekolah dipilih berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan yang menunjukkan bahwa implementasi PHBS telah berjalan dengan baik, namun belum terdokumentasi secara sistematis dalam perangkat pembelajaran maupun dokumen pendukung Stratifikasi Sekolah Sehat. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendampingan agar praktik baik yang telah dilakukan sekolah dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sekaligus memenuhi indikator penilaian sekolah sehat.

Ketua Tim P2M, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., menjelaskan bahwa pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak usia dini melalui proses pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan.
“Guru PAUD memerlukan perangkat pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek kesehatan, penguatan karakter, serta nilai-nilai keislaman sehingga budaya hidup sehat tidak hanya menjadi kebiasaan sesaat, tetapi tertanam dalam kehidupan sehari-hari anak,” jelas Junita, Kamis 06 Agustus 2026.
Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Junita menyampaikan materi mengenai desain penyusunan Modul Ajar PHBS Berbasis Nilai Islam sebagai strategi implementasi pembelajaran sekaligus pemenuhan dokumen pendukung Stratifikasi Sekolah Sehat. Materi diawali dengan pemaparan mengenai urgensi pendidikan kesehatan sejak usia dini yang perlu dibangun melalui proses pembiasaan, bukan sekadar penyampaian pengetahuan. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran PHBS di PAUD harus dirancang secara sistematis dengan mengintegrasikan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), kegiatan bermain yang bermakna (meaningful play), serta penguatan karakter Islami.
Guru-guru dikenalkan dengan indikator Sekolah Sehat yang dapat diterjemahkan ke dalam tujuan pembelajaran, aktivitas bermain, proyek sederhana, hingga asesmen perkembangan anak. Dengan demikian, implementasi PHBS tidak lagi bersifat insidental, tetapi menjadi budaya sekolah yang dirancang secara sistematis melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Guru juga diarahkan mengembangkan proyek mingguan bertajuk "Duta PHBS Cilik", melibatkan orang tua melalui Paspor PHBS, serta menyusun instrumen asesmen autentik berupa observasi, unjuk kerja, portofolio, dan catatan anekdot. Modul yang disusun tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pembelajaran, tetapi juga dirancang menjadi dokumen pendukung penilaian Stratifikasi Sekolah Sehat sehingga mampu menjawab kebutuhan akademik sekaligus administrasi sekolah.

Sebagai bagian dari penguatan implementasi, Junita memperkenalkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di satuan PAUD, seperti Sudut PHBS Interaktif, Pohon Amal Sehat, QR Code Edukasi PHBS, Dashboard Sekolah Sehat, serta Gerakan Jumat Sehat Aisyiyah. Berbagai inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, kolaboratif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Selain melibatkan seluruh anggota tim P2M PG-PAUD UMS, kegiatan juga menghadirkan dua narasumber dari UMS, yaitu Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., yang menyampaikan materi mengenai implementasi PHBS serta indikator Sekolah Sehat di PAUD, dan Dr. drg. Ana Riolina, MPH, yang memberikan pemaparan mengenai indikator penilaian Stratifikasi Sekolah Sehat. Kehadiran kedua narasumber tersebut memperkuat substansi pengabdian melalui perspektif kesehatan masyarakat dan kesehatan gigi, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi sekolah sehat di lingkungan PAUD.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan penerapan PHBS di sekolah masing-masing. Guru-guru berbagi pengalaman tentang pembiasaan cuci tangan, pengelolaan sanitasi lingkungan, penguatan karakter hidup sehat, hingga strategi menyusun modul ajar yang sesuai dengan indikator Stratifikasi Sekolah Sehat.
Usai pelatihan, peserta memperoleh pendampingan teknis dalam menyusun struktur modul ajar secara komprehensif. Junita memandu guru menyusun berbagai komponen modul mulai dari identitas modul, tujuan pembelajaran, integrasi ayat Al-Qur'an dan hadis tentang kebersihan, indikator PHBS, pemilihan media pembelajaran yang inovatif, pendekatan Project Based Learning (PjBL), STEAM, experiential learning, hingga penyusunan alur kegiatan pembelajaran memerlukan kurang lebih selama lima hari. (Maysali/H
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....