Rektor UMS Bersama Komisi X DPR RI Bahas Penguatan Talenta Akademik dan Hilirisasi
- 06 Agt 2026 18:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id mengupas secara mendalam mengenai Peta Jalan Menuju Peneliti Unggul. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang juga merupakan Rektor BIM University menekankan pentingnya adopsi paradigma transformasi dan inovasi akademik.
Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Workshop Bina Talenta bertajuk "Penguatan Talenta Akademik melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Riset untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Purworejo" yang digelar oleh Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA) Purworejo, Kamis 06 Agustus 2026 di Ballroom IBISA Purworejo, kegiatan ini digelar guna merumuskan langkah strategis dalam mentransformasi riset kampus agar memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Paradigma yang perlu diadopsi menurut Harun adalah paradigma transformasi dan inovasi akademik PBB, yaitu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi yang Berdampak (Impactful), Meningkat (Increase), dan Berkelanjutan (Sustainable).
Dalam pesannya kepada seluruh civitas academica IBISA, Harun menggarisbawahi bahwa kunci kemajuan perguruan tinggi di era modern terletak pada kerja kolaboratif.
"Jika IBISA ingin menjadi institusi yang unggul, strategi terpentingnya adalah berlari cepat secara berjamaah. Jangan berlari cepat sendiri-sendiri secara individual. Akselerasi kampus hanya bisa dicapai melalui tradisi teamwork, sinergi lintas disiplin, dan kebersamaan," tegas Harun.
Ia menerangkan indikator keunggulan perguruan tinggi secara komprehensif. Impactful atau berdampak ia artikan dengan riset dan pengajaran harus memberikan efek perubahan nyata bagi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara increase atau meningkat diartikan adanya pertumbuhan mutu akademis, publikasi, dan daya saing institusi yang terukur dari waktu ke waktu.
Indikator lainnya berupa sustainable atau berkelanjutan. Konsep keberlanjutan berarti keilmuan dan produk inovasi yang diciptakan tidak boleh berhenti pada satu periode, melainkan terus berkembang, bertransformasi, serta dapat dimanfaatkan oleh lintas generasi.
Khusus untuk jajaran mahasiswa, Harun memberikan dorongan karakter agar menjadi pribadi yang Faster, Better, dan Cheaper. Faster berarti lebih cepat, sehingga mahasiswa harus memiliki ketangkasan (agility) dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dan responsif terhadap dinamika perubahan zaman.
Better atau lebih baik, menurut Harun artinya para mahasiswa harus mampu menghasilkan mutu karya, pemikiran, dan etika kerja yang melampaui standar rata-rata (strive for excellence). Tidak kalah penting, cheaper lebih efisien, artinya mampu mengoptimalkan sumber daya secara efisien, cerdas, dan bijak tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.
Tak hanya itu, Harun juga membekali mahasiswa dengan konsep penguatan kompetensi Talent Holistik, yakni penguasaan fondasi utuh yang mencakup tiga dimensi utama kehidupan yaitu kemampuan untuk hidup atau life skill. Life skill menjadi keterampilan dasar personal seperti kesehatan fisik, mental, ketahanan diri, dan karakter spiritual.

Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan untuk kehidupan atau social skill yaitu keterampilan berinteraksi, beradaptasi, berkolaborasi, serta berkontribusi positif dalam lingkungan bermasyarakat dan berbangsa. Tidak hanya itu, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan untuk penghidupan atau professional skill berupa penguasaan keahlian teknis, kemandirian finansial, daya saing profesional, dan kewirausahaan yang menjamin keberlanjutan karir di masa depan.
Dalam kegiatan workshop ini, turut hadir narasumber lintas sektor, yakni Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo, M.M.IR., Perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI Pandji Cepi, serta Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo Ns. Sarwoko, M.Kep.
Dalam sambutannya, Bramantyo Suwondo memotivasi para mahasiswa IBISA untuk terus memacu semangat belajar demi kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa masa depan dan arah pembangunan daerah berada di tangan generasi muda saat ini.
"Kalianlah yang akan membangun Kota Purworejo ini. Terdapat banyak contoh putra-putri Purworejo yang diperhitungkan di kancah nasional karena berhasil menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwa potensi kalian sangat besar untuk bersaing dan memimpin," ujar Bramantyo.
Pada kesempatan yang sama, Rektor IBISA Purworejo, Nurma Ika Zuliyanti, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bramantyo Suwondo. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas komitmen dan pengawalan perjuangan Bramantyo sehingga banyak mahasiswa IBISA yang berhasil memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah.
Dalam sesi pemaparan materi, Pandji Cepi dari Kemdiktisaintek RI memaparkan tentang arah dan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong riset yang memiliki daya guna langsung. Menurutnya, riset perguruan tinggi kini tidak boleh lagi berhenti hanya sebagai dokumen laporan atau publisitas akademis belaka, melainkan harus dihilirisasikan menuju produk inovasi yang menjawab kebutuhan industri dan menyelesaikan permasalahan konkret masyarakat.
Rangkaian sesi ilmiah ini ditutup oleh paparan Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo, Ns. Sarwoko, M.Kep., yang menekankan urgensi penerapan riset berbasis masalah (problem-based research). Ia mendorong agar civitas akademika IBISA senantiasa menjadikan isu-isu strategis dan potensi lokal di Kabupaten Purworejo sebagai orientasi utama dalam penyusunan topik penelitian, sehingga solusi akademis yang dihasilkan dapat langsung diterapkan untuk kesejahteraan daerah. (Edwi/Rill)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....