Bantu Serapan Peternak, ASN Pemkab Boyolali Borong 15 Ton Telur

  • 11 Jul 2026 08:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Peternakan mengambil langkah cepat untuk membantu para peternak ayam petelur yang tengah menghadapi masa sulit.

Melalui instruksi resmi dari Bupati Boyolali, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Boyolali diwajibkan membeli telur dengan target serapan total mencapai 15 ton. Penyaluran telur ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, terhitung sejak Kamis, 9 Juli 2026 hingga tanggal 17 Juli 2026 mendatang.

Skema pembelian ini menyasar seluruh ASN hingga tingkat kecamatan, termasuk wilayah terjauh seperti Wonosamodro dan Wonosegoro. Setiap ASN diwajibkan membeli minimal 1 kilogram telur, meski ada juga yang diperkenankan membeli setengah kilogram.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respon cepat jajaran Pemkab. Aksi nyata ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan para peternak pada 7 Juli 2026 lalu.

"Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Boyolali, Agus Irawan, yang sudah merespon sangat cepat bagi saya, karena di wilayah-wilayah lain saya lihat belum ada. Kami sempat tanggal 7 Juli 2026 ada aksi dan Pak Bupati segera merespon dengan surat untuk membantu penyerapan ini. Kiranya ke depan hal-hal yang demikian, boleh diikuti oleh Dinas-dinas lain dan Instansi terkait, sehingga peternak tidak harus berdarah-darah dulu baru ada pertolongan," kata Krishandrika Immanuel Raharjo saat ditemui di kantor Dinas Peternakan pada Kamis, 9 Juli 2026.

Krishandrika menjelaskan bahwa pasokan 15 ton telur ini akan diambil dari puluhan peternak lokal di bawah naungan PINSAR Boyolali. Prioritas utama diberikan kepada para peternak kecil yang saat ini paling mengalami kesulitan dalam penjualan akibat menumpuknya suplai di pasar.

Kondisi sulit yang dialami peternak saat ini dipicu oleh anjloknya harga telur di tingkat peternak yang sempat menyentuh angka Rp16.500 per kilogram. Padahal, Harga Pokok Produksi (HPP) peternak berada di atas Rp28.000 per kilogram.

Ditambahkan Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo, situasi ini diperparah oleh melonjaknya harga pakan pabrikan serta mahalnya bahan baku seperti jagung dan bungkil kedelai di pasaran.

"Bulan Mei sampai Juni 2026 ini saja sudah naik empat kali kalau pakan pabrikan. Terutama yang hari ini isu yang sangat sensitif di kalangan peternak adalah bungkil kedelai itu sukar didapatkan, kami memohon Pemerintah menegakkan harga acuan jagung Rp5.500 kiranya nanti bisa sampai di peternak. Karena hari-hari ini jagung juga sampai di peternak seharga Rp6.700 sampai Rp7.000, sangat-sangat menyiksa, menghimpit peternak," katanya menambahkan.

Dengan adanya gerakan penyerapan telur oleh ASN ini, PINSAR Boyolali berharap harga telur di tingkat peternak dapat kembali stabil dan langkah antisipatif serupa bisa terus berjalan berkelanjutan tanpa harus menunggu peternak mengalami kerugian yang besar. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....