Biji Jagung Beda Warna dalam Satu Tongkol Bukan karena Kualitas Buruk
- 31 Jul 2026 14:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Jagung dikenal sebagai salah satu tanaman pangan yang memiliki keragaman bentuk, ukuran, hingga warna biji. Jika diamati dengan saksama, tidak semua tongkol jagung memiliki warna biji yang seragam. Bahkan, pada beberapa jenis jagung lokal, satu tongkol dapat memperlihatkan perpaduan biji berwarna putih, kuning, ungu, merah, hingga kebiruan. Fenomena ini sering dianggap unik, padahal merupakan hasil dari proses biologis dan genetik yang berlangsung secara alami selama pembentukan biji.
Berdasarkan Jurnal Agrosilvopasture-Tech (2024) beberapa aksesi jagung lokal Kisar memiliki warna biji yang beragam dalam satu tongkol. Misalnya, jagung putih Kisar didominasi biji berwarna putih, tetapi masih ditemukan beberapa biji berwarna kuning dan ungu. Sebaliknya, pada jagung ungu Kisar juga dijumpai sejumlah kecil biji berwarna putih maupun kuning.
Perbedaan warna biji jagung terutama dipengaruhi oleh susunan gen yang diwariskan dari induknya. Setiap biji jagung sebenarnya merupakan hasil pembuahan yang berdiri sendiri. Artinya, setiap bakal biji menerima kombinasi gen yang bisa berbeda, terutama jika tanaman mengalami penyerbukan silang dengan tanaman jagung lain yang memiliki sifat warna berbeda. Karena itulah, dalam satu tongkol dapat muncul biji dengan warna yang tidak sama meskipun berasal dari tanaman yang sama.
Selain faktor genetik, warna biji juga dipengaruhi oleh keberadaan pigmen alami. Pigmen antosianin menghasilkan warna ungu hingga merah, sedangkan karotenoid memberikan warna kuning hingga jingga.
Kombinasi ekspresi kedua pigmen tersebut menyebabkan munculnya variasi warna yang sangat beragam. Pada beberapa varietas, gen penghasil pigmen aktif pada sebagian biji, sementara pada biji lainnya tidak aktif sehingga menghasilkan warna yang berbeda-beda.
Keberadaan biji dengan warna berbeda tidak selalu menandakan kualitas yang buruk. Justru, keragaman warna menjadi indikator tingginya variasi genetik dalam suatu populasi jagung. Variasi genetik ini penting karena menjadi sumber sifat unggul yang dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan tanaman, seperti meningkatkan ketahanan terhadap hama, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, maupun kandungan gizi tertentu.
Jagung berwarna juga memiliki nilai fungsional yang menarik. Biji jagung ungu, misalnya, diketahui mengandung antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami. Sementara itu, jagung kuning kaya akan karotenoid, terutama lutein dan zeaksantin, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Dengan demikian, variasi warna pada biji jagung bukan hanya memperindah penampilan tongkol, tetapi juga mencerminkan perbedaan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.
Dalam praktik budidaya, petani yang menginginkan warna biji tetap seragam biasanya melakukan isolasi penanaman agar tidak terjadi penyerbukan silang dengan varietas lain. Sebaliknya, apabila beberapa varietas ditanam berdekatan, peluang munculnya kombinasi warna baru pada generasi berikutnya akan semakin besar. Oleh karena itu, pengaturan jarak tanam dan pemilihan benih menjadi langkah penting dalam mempertahankan karakter suatu varietas jagung.
Fenomena biji jagung yang tumbuh dengan warna berbeda menunjukkan betapa kompleksnya mekanisme pewarisan sifat pada tanaman. Keragaman tersebut bukanlah kelainan, melainkan salah satu bukti kekayaan plasma nutfah jagung Indonesia yang perlu dilestarikan. Melalui penelitian dan pemanfaatan sumber daya genetik yang tepat, keberagaman warna biji jagung dapat menjadi modal penting dalam pengembangan varietas unggul untuk kebutuhan pangan maupun industri. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....