Soroti Komunikasi Bencana, FPRB dan BPBD Boyolali Sepakat Pererat Kolaborasi

  • 05 Agt 2026 05:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Boyolali menyoroti melonggarnya jalur komunikasi dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali dalam beberapa tahun terakhir.

Kendala komunikasi dari pasca-pandemi Covid-19 ini dinilai memicu hambatan informasi dalam penanganan bencana di tingkat akar rumput (grassroot).

Ketua FPRB Kabupaten Boyolali, Harnowo, didampingi Wakil Ketua FPRB Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa keterbatasan personel dan anggaran BPBD seharusnya bisa ditutupi dengan merangkul kembali ratusan kelompok relawan agar penanganan bencana di Boyolali dapat diselesaikan secara bergotong royong.

"Harapan kita untuk ke depannya, pihak FPRB juga BPBD itu bisa lebih harmonis lagi, bisa saling komunikasi untuk penanggulangan kebencanaan. Dulu teman-teman relawan kebencanaan itu pernah harmonis dalam jalur informasi kebencanaan dan penanganannya, kita berharap BPBD bisa membuka jalur informasi, apabila ada kebencanaan di mana pun, mari digarap bareng," kata Harnowo saat ditemui disela-sela kegiatannya pada Jumat, 31 Juli 2026.

Merespons keluhan tersebut, pihak BPBD Kabupaten Boyolali menyadari adanya penurunan intensitas kegiatan bersama lantaran efisiensi anggaran serta penyesuaian nomenklatur pasca-pandemi Covid-19.

Kendati demikian, BPBD menegaskan komitmennya untuk kembali membangun sinergi dan merapatkan barisan bersama para relawan. Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Boyolali, Anton Yuniadi, menjelaskan bahwa forum sosialisasi dan koordinasi yang digelar merupakan langkah rintisan awal untuk memulihkan kesepahaman serta mempererat kembali hubungan kerja sama di lapangan.

"Ini rintisan awal dengan ada pertemuan ini bisa saling memahami. Sebenarnya tujuannya sama, cuma mungkin karena kurang komunikasi jadinya ada perbedaan pandangan. Jadi nanti diharapkan ke depannya lebih solid ya, bisa guyub lagi seperti dulu, walaupun dengan anggaran yang minimal, tapi kita menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan forum," ucap Anton Yuniadi.

Fokus Penanganan Kekeringan dan Potensi Kebakaran

Di luar dinamika komunikasi internal, FPRB Boyolali hingga saat ini terus aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Salah satu fokus utama saat ini adalah distribusi bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan di Boyolali bagian utara, seperti Wonosegoro, Ampel, dan Gladagsari, serta terus memantau potensi kebakaran hutan di kawasan Gunung Merbabu. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....