Gotong Royong Bersihkan Sungai, Relawan dan Warga Wedi Perkuat Mitigasi Bencana
- 26 Jun 2026 08:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten – Memasuki musim kemarau, berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, memanfaatkan momentum untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui gerakan bersih sungai. Aksi yang digelar di Kali Ujung, Desa Gadungan, pada 21 Juni 2026 itu melibatkan pemerintah desa, Forum Relawan Wedi (FORED), Komunitas Peduli Sungai (Posdam), serta sejumlah instansi dan relawan. Hal itu disampaikan pada program Dialog Tanggap Bencana Pro 1 Surakarta, Selasa 23 Juni 2026.
Kepala Desa Gadungan, Amiruddin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai potensi bencana yang kerap muncul saat pergantian musim. Menurutnya, pada musim kemarau ancaman kebakaran rumpun bambu di bantaran sungai cukup tinggi, sementara saat musim hujan persoalan sampah dan pohon tumbang dapat memicu banjir.
"Menghadapi musim kemarau, di tepi Kali Ujung banyak ditanami bambu sehingga risikonya kebakaran cukup tinggi. Sementara menjelang musim hujan, sampah dan pohon tumbang bisa menghambat aliran sungai. Karena itu kami bersama relawan sepakat mengadakan kegiatan bersih sungai," ujar Amiruddin.
Ia menjelaskan aksi tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, PUPR, komunitas peduli sungai, relawan desa, hingga Srikandi Sungai. Gerakan ini juga menjadi upaya membangkitkan kembali semangat para relawan yang sempat vakum setelah pandemi.
Sementara itu, Ketua Forum Relawan Wedi Klaten, Thulik Nugroho, menilai sungai memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar saluran air. Menurutnya, sungai dapat menjadi ruang publik sekaligus penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik.
"Manfaat sungai tidak hanya sebagai pengairan, tetapi juga bisa menjadi tempat tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif. Di Desa Gadungan sekarang bantaran sungai sudah ramai dengan aktivitas kuliner masyarakat," katanya.
Meski demikian, Thulik mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kelestarian sungai. Sampah rumah tangga, terutama plastik, masih banyak ditemukan saat kegiatan pembersihan berlangsung.
"Kendala utama kami adalah sampah. Bahkan saat bersih-bersih di Kali Ujung, sampah plastik yang kami angkat jumlahnya sangat banyak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, Kali Ujung pernah meraih penghargaan tingkat nasional pada 2015 berkat kebersihan sungai dan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Namun, menurutnya, upaya tersebut harus terus dijaga agar tidak kembali menurun.
Di sisi lain, Dwi Haryanto dari Komunitas Peduli Sungai Wedi (Posdam) menjelaskan pihaknya rutin melakukan pemantauan kondisi sungai, mulai dari susur sungai hingga membersihkan rumpun bambu yang roboh, sampah, maupun potensi kerusakan tanggul. "Kami rutin melakukan kegiatan dua sampai tiga kali dalam seminggu, tergantung waktu teman-teman. Selain membersihkan sampah, kami juga merawat tanaman di sepanjang bantaran sungai agar ke depan bisa memberi manfaat bagi masyarakat," kata Dwi.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, meski tidak selalu berjalan mudah. Masih ada sebagian warga yang belum sepenuhnya mendukung gerakan menjaga sungai, termasuk masih membuang sampah sembarangan.
"Kami terus melakukan edukasi melalui RT, RW, dan pemerintah desa. Memang ada yang mendukung, ada juga yang masih kontra. Tapi kami tetap mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sungai karena sungai adalah wajah kita bersama," katanya.
Amiruddin menambahkan, berkat kerja sama yang selama ini terjalin, kondisi banjir di Desa Gadungan sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pembersihan pohon bambu yang menghambat aliran sungai turut membantu mengurangi risiko luapan air saat musim hujan.
Ke depan, Pemerintah Desa Gadungan bersama FORED, Posdam, Srikandi Sungai, dan relawan desa berkomitmen melanjutkan gerakan pelestarian sungai secara berkelanjutan. Selain menjaga kebersihan, mereka juga terus mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana.
"Prinsip kami adalah merawat sungai. Bersama relawan, kami ingin terus menjaga Kali Ujung agar tetap bersih, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Amiruddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....