Atasi Persoalan Sampah, Respati Tekankan Pentingnya Perubahan Perilaku

  • 04 Agt 2026 17:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong perubahan perilaku masyarakat sebagai bagian utama dalam mengatasi persoalan sampah. Edukasi pengelolaan sampah dinilai perlu dilakukan sejak dini agar kebiasaan membuang dan mengelola sampah dapat berubah secara berkelanjutan.

Respati mengatakan penanganan sampah dari hulu hingga hilir tidak akan optimal tanpa diikuti pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi dibutuhkan untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan sampah.

"Jika kita mulai dari sekarang, dari hilir atau hulu dan lain-lain, tetapi kita tidak memasukkan kurikulum ini sebagai pendidikan, tentunya itu akan sangat-sangat sulit," kata Respati dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) program #SungaiLestari di Balai Kota Surakarta, Selasa 4 Agustus 2026.

Respati mengatakan pendidikan tersebut diharapkan mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah. Kesadaran lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Karena ini akan mengubah mindset, behavior atau kebiasaan semuanya untuk mulai lebih aware, lebih peka terhadap kepentingan sampah," katanya.

Selain persoalan sampah, Respati menyoroti kondisi sungai sebagai salah satu representasi wajah sebuah kota. Karena itu, paradigma masyarakat terhadap sungai juga perlu diubah agar tidak lagi menjadikannya sebagai bagian belakang permukiman.

"Jika kita melihat sungai kita hari ini, itulah representasi wajah kota. Ini saatnya sungai itu bukan jadi punggung kota, tapi sungai menjadi halaman depan," ucapnya.

Respati menilai perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi hingga organisasi masyarakat sipil. Pekerja sektor persampahan informal juga menjadi bagian dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Program #SungaiLestari di Surakarta menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mencegah sampah masuk ke aliran sungai. Program tersebut melibatkan Pemkot Surakarta bersama UNDP, Clean Rivers, dan sejumlah pemangku kepentingan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....