TPS3R Ngipang Olah Dua Ton Sampah Organik per Hari
- 01 Agt 2026 12:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Paguyuban TPS3R Ngipang, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Melalui konsep reduce, reuse, recycle (3R), komunitas tersebut tidak hanya mengurangi timbulan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari hasil pengolahan sampah.
Ketua TPS3R Ngipang, Rusmanto, mengatakan gerakan tersebut berawal dari kepedulian masyarakat terhadap kondisi Sungai Kali Klebengan yang dipenuhi sedimentasi dan limbah sehingga menimbulkan pencemaran. Berbagai upaya dilakukan bersama warga hingga akhirnya kawasan bantaran sungai mulai ditata dan berkembang menjadi pusat kegiatan lingkungan berbasis masyarakat.
Perkembangan komunitas kemudian diperluas melalui program ketahanan pangan yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan pengelolaan sampah organik. Sampah dapur, sisa makanan, dedaunan, serta limbah peternakan dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk organik, media tanam, hingga pakan maggot yang memiliki nilai ekonomi.
Saat ini TPS3R Ngipang mengelola sekitar dua ton sampah organik setiap hari. Ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi empat hingga lima ton per hari, seiring rencana pengelolaan sampah organik dari 15 kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Untuk mewujudkan target tersebut, komunitas berharap adanya dukungan sarana dan stimulan dari pemerintah.
Rusmanto menjelaskan pengembangan ekonomi sirkular juga dilakukan melalui budidaya maggot dan peternakan. Limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara hasil budidaya maggot dimanfaatkan kembali sebagai pakan ikan, unggas, hingga dijual kepada pembudidaya dan pemancing. Siklus tersebut mampu mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pengelolaan sampah.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan, TPS3R Ngipang juga memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan warga lanjut usia yang masih produktif. Mereka dilibatkan dalam berbagai aktivitas pengolahan sampah dengan sistem kerja yang disesuaikan sehingga dapat tetap menjalankan aktivitas keluarga sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
Atas inovasi tersebut, TPS3R Ngipang pernah meraih Juara II Grenova melalui program pemberdayaan lingkungan. Komunitas juga aktif menjadi narasumber pelatihan pengelolaan sampah, budidaya maggot, dan pembuatan kompos di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kepada masyarakat.
Rusmanto bersama pengurus TPS3R berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dapat dimulai dari rumah tangga. Menurutnya, aksi sederhana berupa pemisahan sampah organik dan anorganik akan mempermudah proses pengolahan, mengurangi beban sampah ke TPA Putri Cempo, sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Kota Surakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....