Dinas Pendidikan Cairkan Insentif Tiga Ratus Ribu Rupiah Bagi 400 Guru PAUD
- 03 Agt 2026 19:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Surakarta akan mencairkan insentif tambahan senilai Rp300.000 per bulan yang menyasar sekitar 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf kesejahteraan para pengajar di jenjang pendidikan awal anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan pemberian insentif tersebut diprioritaskan bagi tenaga pendidik PAUD yang berpenghasilan total di bawah Rp1.500.000 per bulan.
Sasaran ini dipilih setelah pihaknya melakukan identifikasi menyeluruh terhadap para guru yang belum menerima bantuan atau tunjangan dari instansi mana pun.
"Kalau yang insentif guru PAUD, pendidik PAUD ya terutama, itu kami prioritaskan untuk yang kelompok pendapatannya masih di bawah Rp1.500.000 ke bawah. Kenapa? Karena ada kelompok yang itu sudah mendapatkan berbagai program," kata Dwi Ariyatno, Senin, 3 Agustus 2026.
Dwi memaparkan selama ini kesejahteraan guru PAUD sangat bergantung pada kelancaran pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dari orang tua siswa.
Namun, sering kali terjadi tunggakan yang secara langsung berdampak pada keterlambatan pembayaran honorarium para tenaga pendidik di sekolah tersebut.
"Jadi pesan saya, teman-teman PAUD terutama yang mungkin kaitannya dengan sumber pembiayaannya itu masih kesulitan ya, saya sarankan untuk mencari anak-anak usia dini dari kelompok miskin untuk mereka masukkan ke PAUD mereka. Karena anak-anak ini saya jamin pembiayaannya," kata Dwi.
Terkait pelaksanaan pencairan, Dwi menyebutkan hitungan insentif ini sudah berlaku sejak bulan Januari 2026 untuk sekitar 400 guru yang telah terdata.
Akibat adanya proses harmonisasi regulasi pada tahap awal, proses pencairan baru dapat direalisasikan pada bulan Agustus ini dengan skema pembayaran rapel per semester.
Melalui intervensi bantuan insentif dan jaminan pembiayaan bagi anak dari keluarga tidak mampu tersebut, Dinas Pendidikan Kota Surakarta berharap sekolah PAUD dapat beroperasi dengan lebih stabil.
Kesejahteraan guru yang meningkat diyakini akan berdampak positif pada kualitas mutu pendidikan karakter anak-anak di Kota Bengawan. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....