Solo Renovasi 85 Bangunan SD dan SMP Tahun Ini Pakai Dana Rp1,8 Miliar

  • 03 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pendidikan terus mengebut upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Sebanyak puluhan bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) direnovasi pada tahun anggaran ini dengan total alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp1,8 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan perbaikan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) difokuskan pada kerusakan ringan hingga sedang.

Tercatat ada 84 titik SD Negeri dari total 117 sekolah yang masuk dalam rencana pekerjaan pada tahun ajaran ini.

Selain mengandalkan APBD Kota Surakarta, sejumlah sekolah juga mendapatkan program perbaikan dari pemerintah pusat.

Bantuan dari Kementerian tersebut diperuntukkan bagi renovasi dengan kategori kerusakan sedang hingga berat yang disalurkan melalui sistem swakelola langsung ke rekening sekolah.

"Kalau yang SMP itu kira-kira antara 10 sampai 15 lokasi, kalau yang SD itu sekitar 20-an. Itu sedang berat, programnya dari pusat. Tapi mekanismenya kan mereka mengusulkan, terus nanti ada pemberitahuan kalau dia dapat atau tidak dapat," ujar Dwi, Senin, 3 Agustus 2026.

Dwi menambahkan, di luar 84 titik perbaikan ringan dan bantuan pusat tersebut, pihak dinas juga menaruh perhatian darurat pada dua sekolah lain, yaitu SD Dukuhan Kerten dan SD Nayu.

Kondisi plafon di kedua sekolah tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera agar tidak membahayakan peserta didik maupun guru.

"Jadi sudah berpotensi untuk ancaman jiwa. Jadi kita membangun yang prioritas-prioritas sedang berat itu bagi kelompok yang kondisi sarprasnya sudah menimbulkan ancaman jiwa atau menimbulkan potensi insiden," katanya.

Alokasi dana Bosda sebesar Rp1,8 miliar ini merupakan gabungan anggaran dinas yang diarahkan untuk memperbaiki 84 sekolah secara merata.

Melalui penanganan perbaikan ringan hingga berat ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap proses kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan bebas dari ancaman kecelakaan infrastruktur. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....