Puluhan Gedung SD dan SMP Rusak, Disdikbud Karanganyar Genjot Pengajuan Renovasi
- 01 Agt 2026 16:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar terus mendata serta memperjuangkan perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, hingga berat. Langkah ini dilakukan guna memastikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa di tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) berjalan aman dan nyaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan dari total 85 SMP negeri dan swasta di Karanganyar, tercatat ada puluhan sekolah yang bangunannya sudah tua dan membutuhkan pembenahan gedung secara bertahap.
"Kalau jumlah SMP itu sekitar 85 baik negeri maupun swasta. Yang negeri terutama bangunannya sudah tua. Kemarin sudah kita data, ada yang rusak parah, rusak ringan, dan sebagainya. Kalau data kami untuk SMP itu kurang lebih ada sekitar 54 sekolah, baik rusak ringan, sedang, dan berat. Tapi sebagian masih bisa digunakan KBM, meski ada beberapa ruangan yang tidak bisa dipakai seperti di SMP Negeri 2 Jaten," ujar Hendro Prayitno saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 1 Agustus 2026.
Sementara itu, untuk tingkat sekolah dasar yang berjumlah sekitar 445 sekolah, Hendro menyebut masih banyak bangunan yang kondisinya kurang layak, terutama SD yang berlokasi di daerah pinggiran atau perbatasan.
"Kalau SD itu ada sekitar 24 sekolah yang kondisinya kurang layak. Terutama beberapa SD yang di pinggiran, itu banyak yang kurang layak untuk KBM. Kami berupaya untuk mengajukan ke program revitalisasi dan juga ke APBD Kabupaten Karanganyar," ucapnya.
Sebagai bentuk penanganan konkret tahun ini, Pemkab Karanganyar berhasil mendapatkan alokasi program revitalisasi dari pemerintah pusat untuk tujuh titik sekolah SMP. Proses bimbingan teknis telah diselesaikan dan pelaksanaan pengerjaan fisik diperkirakan mulai berjalan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
"Tahun ini kita mendapatkan tujuh titik untuk sekolah SMP yang rencananya kemarin sudah dibimtek di Jakarta. Mungkian sekitar satu atau dua bulan lagi sudah bisa dilaksanakan bagi sekolah-sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi dari pemerintah pusat," kata Hendro.
Adapun untuk sekolah-sekolah yang belum terakomodasi dalam bantuan pusat tahun ini, Disdikbud Karanganyar telah menerjunkan tim khusus guna melakukan kajian dan penilaian skala prioritas. Sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak akan diusulkan melalui skema perbaikan APBD Karanganyar maupun usulan Dapodik ke pemerintah pusat untuk anggaran mendatang.
"Kami berupaya untuk mengajukan di anggaran tahun 2027. Seperti di SD Seloromo yang ruangannya disekat-sekat, nanti kita maksimalkan untuk dibangun melalui bantuan APBD. Kami bentuk tim ke bawah untuk menilai prioritas mana sekolah yang segera dibutuhkan renovasi atau pembangunannya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....