Aktivitas Pembuat Arang Meredup, Risiko Karhutla Gunung Lawu Turun

  • 03 Agt 2026 19:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kesadaran masyarakat di sekitar lereng Gunung Lawu dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan menunjukkan tren yang kian positif. Aktivitas pembuatan arang tradisional yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan kini tercatat menurun drastis.

Administratur KKPH Perhutani KPH Surakarta, Agus Supriyanto Gandasari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga lereng Gunung Lawu yang dinilai sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

"Perlu kami sampaikan, kami mengucapkan apresiasi terhadap masyarakat di sekitar Gunung Lawu yang sangat peduli dengan ekosistemnya. Kami sampaikan Gunung Lawu adalah ekosistem yang relatif utuh untuk gunung di Pulau Jawa ini," ujar Agus Supriyanto, Senin 3 Agustus 2026.

Agus mengungkapkan, penurunan aktivitas pembuatan arang secara liar ini tidak lepas dari peran aktif sinergi aparat di tingkat bawah, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para kepala desa di sekitar kawasan hutan.

"Sementara malah kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan teman-teman di Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Terkait perajin arang itu menurun. Ini kami sangat mengucapkan terima kasih, terutama juga dengan teman-teman kepala desa di tingkat tapak itu sudah bagus koordinasinya. Dan saya pastikan itu turun," kata Agus.

Kendati potensi kebakaran hutan tetap ada menyusul puncak musim kemarau, Agus berharap dengan makin tingginya kesadaran warga dan kokohnya koordinasi lintas instansi, musibah karhutla tidak terjadi di Gunung Lawu pada tahun ini.

"Kalau potensi kebakaran ada, tapi saya berharap tidak terjadi. Kami semua berharap ini tidak terjadi tahun ini," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....