Mensos RI Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo

  • 01 Agt 2026 19:11 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Sukoharjo - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, secara resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo, Sabtu 01 Agustus 2026.

Kehadiran Mensos yang didampingi Wawensos Agus Jabo, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, serta dihadiri beberapa Kepala Dinsos di Jawa Tengah Mensos juga meresmikan penggunaan gedung permanen Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Peresmian ditandai dengan dimulainya proses pembelajaran di gedung baru yang dibangun di Kabupaten Sukoharjo.

Gedung permanen SRT 1 Sukoharjo nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, hari pertama MPLS menjadi momentum dimulainya proses pendidikan di gedung permanen Sekolah Rakyat bersama Pemkab Sukoharjo.

"Hari ini kami bersama Plt Pak Eko Sapto Purnomo selalu Plt Bupati Sukoharjo memulai satu proses pembelajaran yang diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS," ujar Gus Ipul panggilan akrabnya saat memberikan keterangan persnya.

Menurutnya, jumlah peserta didik yang mengikuti MPLS juga mengalami penambahan.

"Kita bersyukur hari ini ada lebih dari 226 anak tambahan MPLS yang sudah menggunakan gedung permanen Sekolah Rakyat," katanya.

Mensos juga menjelaskan, meski pembangunan gedung belum mencapai 100 persen, fasilitas utama sudah siap digunakan sehingga proses pendidikan tidak perlu lagi menunggu seluruh pekerjaan konstruksi selesai.

"Gedungnya memang belum semuanya selesai, sekitar 98 persen. Tetapi proses pembelajarannya sudah bisa dimulai di gedung permanen ini," jelasnya.

Menurut Gus Ipul, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu agar memperoleh kesempatan pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya.

"Ini adalah persembahan dari Presiden, Bapak Prabowo Subianto untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu agar bisa memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas," ungkapnya.

Mensos juga berharap Pemkab Sukoharjo dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan operasional sekolah, mulai dari penyediaan air bersih, tenaga kebersihan, pengelolaan sampah, keamanan, hingga dukungan tenaga pendidik sementara.

"Tentu kita harapkan partisipasi dan dukungan dari Pemkab Sukoharjo agar pada masa transisi ini fasilitas sekolah rakyat bisa terpenuhi. Mulai dari air bersih, kebutuhan SDM untuk kebersihan, pengolahan sampah, keamanan, dan juga dukungan guru sementara," ujarnya.

Gus Ipul mengakui hingga saat ini proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat secara nasional masih berlangsung.

Sementata itu Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemensos memilih Sukoharjo sebagai lokasi Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan bahwa sekolah terpadu ini berdiri di atas fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas, laboratorium, asrama, hingga gedung serbaguna, dengan kapasitas total hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Pada tahun ajaran pertama ini, SRT 1 Sukoharjo telah menerima 224 peserta didik angkatan pertama. Kami berpesan kepada para pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, aman, serta bebas dari perundungan," ujar Sapto.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menambahkan jumlah siswa angkatan pertama yang resmi mengikuti kegiatan MPLS di SRT 1 Sukoharjo berdasarkan jenjang dan jenis kelamin. Dari sebelumnya 224, ada tambahan dua siswa sehingga total menjadi 226 orang.

"Tambahan dua untuk jenjang SMP karena ada dua lulusan SRD Rintisan," ujarnya.(Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....