Surakarta Dorong Kantin Sekolah Sehat, Targetkan Semua Paripurna
- 30 Jul 2026 14:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta terus mendorong penerapan kantin sekolah sehat dan ramah anak sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan, kecukupan gizi, dan tumbuh kembang siswa. Penguatan program dilakukan melalui pembinaan hingga stratifikasi atau penilaian terhadap kantin sekolah.
Dimas Teguh Saputra, S.Pd., M.Pd dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta mengatakan, keberadaan kantin perlu mendapat perhatian karena menjadi tempat siswa memperoleh makanan selama berada di sekolah. Terlebih, banyak siswa kini menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah.
“Dari pagi makan, sarapan, sampai jajan, sampai sore pulang semuanya di sekolah. Jadi tumbuh kembang anak yang mempengaruhi kesehatan, kemudian asupan gizi, itu tergantung ada di dapur sekolah atau di kantinnya,” kata Dimas dalam acara Obrolan Komunitas, Selasa, 28 Juli 2026.
Pada 2026, stratifikasi kantin sehat dilakukan terhadap 11 sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Surakarta. Penilaian meliputi sejumlah aspek, seperti manajemen kantin, pangan jajanan anak sekolah, pengelolaan pangan, kondisi fisik bangunan, hingga monitoring dan promosi.
Dari 11 sekolah tersebut, delapan sekolah mengalami peningkatan pada aspek manajemen kantin, lima sekolah pada pangan jajanan anak sekolah, dua sekolah pada pengelolaan pangan jajanan, dan enam sekolah pada kondisi fisik bangunan. Berdasarkan hasil penilaian, enam sekolah berada pada kategori minimal, dua sekolah kategori standar, dan tiga sekolah telah mencapai kategori paripurna.
Meski menunjukkan perkembangan, Dimas mengakui masih ditemukan kantin sekolah yang menjual makanan kurang sehat, seperti makanan ringan kemasan, produk mengandung MSG, makanan instan, hingga minuman berkadar gula tinggi. “Ini PR kami. Kami memang berkomitmen karena anak ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Asupan makanan, asupan gizi mereka tentu akan mempengaruhi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Untuk itu, Dinas Pendidikan akan meningkatkan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah. Pembinaan juga dilakukan melalui penyuluhan sanitasi dan keamanan makanan, pelatihan pengelola kantin, serta studi tiru ke sekolah yang telah berhasil menerapkan kantin sehat. Sekolah yang ditemukan belum memenuhi ketentuan juga dapat diberikan teguran maupun peringatan.
Salah satu sekolah yang telah menerapkan konsep tersebut adalah SD Kristen Widya Wacana Jamsaren. Six Hastuti Ariasati, S.Pd menjelaskan, sekolahnya mengembangkan kantin “Sebatik” atau Sehat Bergizi Tanpa Plastik sebagai bagian dari konsep sekolah ekologis. “Makanan yang dijual di tempat kami itu sudah benar-benar tanpa kemasan plastik, tanpa MSG, kemudian tidak boleh menjual mi instan,” jelas Six.
Penerapan konsep tersebut tidak berlangsung secara instan. Menurut Six, sekolah membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk membangun sistem kantin hingga menjadi sehat, bergizi, dan tanpa plastik.
Pengawasan juga dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah memiliki guru yang bertugas sebagai PIC untuk memantau makanan yang dijual dan dikonsumsi siswa. Selain itu, sekolah menggandeng puskesmas untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan serta melakukan pengecekan kualitas air yang digunakan untuk minum, memasak, dan mencuci tangan.
Orang tua siswa turut dilibatkan dalam pengawasan dan edukasi pola makan sehat. Sekolah juga bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan edukasi mengenai nutrisi dan pangan jajanan anak sekolah kepada siswa, orang tua, guru, serta pengelola kantin.
Six menilai ketegasan sekolah menjadi salah satu kunci agar standar yang telah disepakati dapat berjalan. Pengelola kantin yang tetap menjual makanan tidak sesuai kesepakatan dapat dihentikan kerja samanya. “Memang butuh proses lima tahun dan itu amat sangat perlu sinergi, keberlanjutan, dan evaluasi terus-menerus,” katanya.
Sementara itu, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut mempengaruhi aktivitas kantin di sejumlah sekolah. Dimas mengatakan, pengelola kantin tetap memiliki peluang dengan menyediakan makanan ringan sehat atau menu berbeda pada waktu di luar pembagian MBG.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menargetkan seluruh kantin sekolah dapat mencapai kategori paripurna. Dengan demikian, makanan yang tersedia di lingkungan sekolah diharapkan benar-benar aman dan memiliki kandungan gizi yang baik bagi siswa.
“Kami punya mimpi besar bahwa kantin-kantin yang ada di seluruh sekolah di Kota Surakarta itu bisa semuanya paripurna. Jadi di kantin-kantin ini sudah tidak ada lagi makanan yang tidak sehat,” kata Dimas.
Upaya tersebut, menurutnya, tidak dapat dilakukan pemerintah maupun sekolah sendiri. Keterlibatan pengelola kantin, kepala sekolah, guru, orang tua, tenaga kesehatan, serta pihak pendamping dibutuhkan agar kantin sehat tidak berhenti sebagai program, tetapi berkembang menjadi budaya di lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....