Dai Champions Ustad Jatmiko, Doa Selamat Dunia Akhirat Berkemajuan
- 28 Jul 2026 20:44 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Doa bukan sekadar rangkaian kata yang dibaca setelah salat, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan Allah SWT.
Hal itu disampaikan mubalig Muhammadiyah Dwi Jatmiko dalam safari dakwah ke-12 yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta di PCM Kota Bengawan Kauman Solo, Selasa 28 Juli 2026.
“Mari kita berdoa Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi. Terima kasih SD Muhammadiyah 2 Kauman yang telah bersedia menjadi tempat pengajian ibu-ibu Aisyiyah,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Dai Champions Standardisasi MUI Pusat itu menjelaskan bahwa doa tersebut mencakup seluruh kebutuhan manusia, mulai dari keselamatan agama, kesehatan jasmani, keluasan ilmu, keberkahan rezeki, hingga keselamatan saat menghadapi kematian dan kehidupan akhirat.
“Yang pertama diminta adalah keselamatan dalam agama. Ini menunjukkan bahwa iman adalah nikmat terbesar. Harta bisa dicari, kesehatan bisa diupayakan, tetapi jika iman hilang maka semuanya tidak bernilai di sisi Allah,” bebernya.
Dia juga menekankan pentingnya memohon afiyah atau kesehatan. Menurutnya, tubuh yang sehat merupakan sarana untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan melayani sesama.

“Rasulullah SAW bahkan menyebut kesehatan sebagai salah satu nikmat yang sering dilalaikan manusia. Doa selamat dunia akhirat yang berkemajuan,” tegasnya.
Selain itu, jamaah diajak memahami makna barakah dalam rezeki. Keberkahan tidak selalu identik dengan jumlah yang besar, melainkan rezeki yang membawa ketenangan, kecukupan, dan ketaatan kepada Allah.
Bagian yang paling menyentuh, lanjutnya, adalah permohonan “taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba‘dal mauti” memohon taubat sebelum ajal, rahmat ketika sakaratul maut, dan ampunan setelah wafat.
“Inilah doa yang mengingatkan kita agar tidak menunda taubat,” katanya.
Pengajian ditutup dengan pembacaan doa “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar”.
Doa tersebut, menurut penceramah, merupakan ringkasan harapan seorang mukmin, memperoleh kebaikan di dunia, kebahagiaan di akhirat, dan perlindungan dari siksa neraka.
Jamaah mengikuti pengajian dengan khidmat dan berharap doa-doa yang dipanjatkan menjadi jalan datangnya rahmat, keberkahan, dan keselamatan dunia serta akhirat. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....