Shohei Mozu Sebut Gesang sebagai Dewa Musik

  • 28 Jul 2026 21:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sahabat Gesang yang juga komposer dan penulis lirik senior Jepang, Shohei Mozu, menyebut Maestro Gesang Martohartono sebagai "dewa musik" yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan musik. Pernyataan itu disampaikan saat berkunjung ke Lokananta bersama rombongan penggiat karya Gesang dari Jepang, Selasa 28 Juli 2026.

Shohei Mozu merupakan penulis lirik kelahiran Prefektur Kanagawa, Jepang, pada 8 Agustus 1938. Selama lebih dari lima dekade, ia dikenal sebagai pencipta lirik lagu bergenre enka dan kayōkyoku yang dibawakan sejumlah penyanyi ternama Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Shohei mengatakan Gesang merupakan sosok yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan musik pada masanya. Menurutnya, karya-karya Gesang tetap relevan dan menjadi inspirasi lintas generasi.

"Menurut saya yang bekerja dan hasil karyanya sangat luar biasa sejak tahun 1930-an sampai dengan 1970-an adalah Pak Gesang Martohartono," ujar Shohei.

Ia menjelaskan musik keroncong memiliki sejarah panjang yang berkembang di Indonesia dan melahirkan banyak musisi. Namun, menurut Shohei, Gesang menjadi tokoh yang memberikan kontribusi paling besar dalam perkembangan musik keroncong sehingga namanya dikenal hingga mancanegara.

"Dari aliran musik tersebut yang kontribusinya sangat besar menurut saya adalah almarhum Pak Gesang," katanya.

Shohei juga mengenang hubungan panjangnya dengan Gesang. Menurutnya, ia banyak belajar dari sang maestro dan berkesempatan mengundang Gesang tampil di Jepang pada Expo 1970 sehingga karya-karyanya semakin dikenal masyarakat Jepang.

"Bagi saya yang namanya almarhum Gesang itu adalah dewa musik. Saya banyak belajar dan saya juga mengundang beliau ke Jepang pertama kali di Expo 1970," ucapnya.

Menurut Shohei, masyarakat Jepang pada awalnya tertarik pada melodi lagu-lagu Gesang. Namun, setelah ia mempelajari lebih dalam, daya tarik karya Gesang tidak hanya terletak pada melodinya, melainkan juga pada perpaduan ritme keroncong yang membuat musik tersebut memiliki karakter khas dan mudah diterima pendengar di Jepang.

"Setelah saya teliti, ternyata bukan hanya melodinya, tetapi juga ritmenya yang diperkaya dengan keroncong. Dengan penggabungan itu barulah bisa diterima," ujar Shohei.

Shohei menjelaskan ketertarikan masyarakat Jepang terhadap musik keroncong juga bermula ketika tentara Jepang yang berada di Indonesia pada masa pendudukan mendengarkan pertunjukan keroncong sebagai hiburan. Dari pengalaman tersebut, musik keroncong, termasuk karya-karya Gesang, kemudian mulai dikenal dan menarik perhatian masyarakat Jepang.

Sebagai penulis lirik yang telah berkarya bersama sejumlah penyanyi ternama Jepang, Shohei turut berperan memperkenalkan lagu Bengawan Solo kepada masyarakat Jepang melalui berbagai aktivitas kebudayaan. Lagu ciptaan Gesang tersebut kemudian direkam oleh banyak penyanyi Jepang dan hingga kini masih dikenal sebagai salah satu lagu Indonesia yang paling populer di Negeri Sakura. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....