Musik Keroncong Surakarta, Warisan Budaya yang Selalu Berkembang

  • 23 Jul 2026 21:42 WIB
  •  Surakarta

RRI, Surakarta - Solo merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah panjang dalam evolusi musik keroncong di Indonesia. Dengan keberagaman budaya, kehadiran para seniman, dan dukungan dari industri rekaman, kota ini menjadi pusat yang signifikan bagi perkembangan keroncong dengan pengaruh yang meresap hingga ke tingkat nasional.

Masa kejayaan keroncong di Surakarta terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika banyak grup musik, penyanyi, dan pencipta lagu muncul dari kota tersebut. Hadirnya perusahaan rekaman Lokananta berperan sangat penting dalam merekam dan menyebarkan karya-karya keroncong ke berbagai pelosok di Indonesia.

Keunikan keroncong Surakarta terletak pada kombinasi antara elemen musik Barat dan budaya Jawa, yang menciptakan karakter musik yang istimewa. Gabungan ini melahirkan langgam Jawa yang hingga saat ini menjadi salah satu ciri khas penting dari musik keroncong dan masih diminati oleh berbagai kalangan.

Dalam perkembangannya, keroncong mengalami tantangan akibat meningkatnya popularitas musik pop, rock, dangdut, dan genre modern lainnya. Turunnya produksi rekaman serta berkurangnya jumlah grup keroncong juga menjadi alasan yang menyebabkan keberadaan musik ini sempat menurun pada tahun 1990-an.

Namun, berbagai langkah pelestarian tetap dilakukan oleh pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku seni. Festival keroncong, pertunjukan rutin, pendidikan seni, dan kolaborasi dengan genre musik modern menjadi cara untuk memperkenalkan kembali keroncong kepada generasi muda.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa musik keroncong Solo memiliki nilai sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia. Lagu-lagu seperti Bengawan Solo tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi simbol budaya Indonesia yang memperkenalkan identitas Surakarta kepada dunia internasional.

Sebagai warisan budaya bangsa, musik keroncong Surakarta harus terus dilestarikan melalui inovasi tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisionalnya. Dengan dukungan dari masyarakat, media, lembaga pendidikan, dan generasi muda, keroncong diyakini akan tetap hidup sebagai elemen penting dari identitas budaya Indonesia dan juga kebanggaan Kota Surakarta.

Referensi:

Dani Ratna Sari & Septina Alrianingrum. (2015). Perkembangan Musik Keroncong di Surakarta Tahun 1960–1990

Dian Eka Christy, Wasino, & Andy Suryadi. (2019). Musik Keroncong di Surakarta: Perjalanan dari Tahun 1960 hingga 1995.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....