Ustaz Dwi Jatmiko, Investasi Abadi tanpa Rugi

  • 26 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, umat manusia kerap berlomba mengejar keuntungan materi.

Namun, tidak sedikit yang akhirnya berujung pada kerugian, resah gelisah, bahkan penyesalan.

Islam menawarkan solusi investasi yang berbeda, yaitu berniaga dengan Allah, sebuah perdagangan yang dijamin tidak akan pernah merugi, Minggu 26 Juli 2026.

Pesan itulah yang menjadi pokok Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara bertajuk Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua di Masjid Al Muthmainnah Nusukan.

Dalam pencerahannya, Ustaz Dwi Jatmiko mengupas makna mendalam Surah Fathir ayat 29 sebagai pedoman meraih keberuntungan sukses dunia, sukses akhirat.

Allah SWT berfirman "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan.

“Investasi abadi tanpa rugi, lebih jelas lihat QS. Fathir: 29,” ujar Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo itu.

Menurut Jatmiko, ayat tersebut memuat tiga amalan utama yang menjadi fondasi investasi terbaik di sisi Allah SWT. Amalan pertama adalah senantiasa membaca AlQuran.

Membaca AlQuran bukan sekadar melafalkan setiap huruf, melainkan membangun kedekatan dengan petunjuk Allah. Seperti dalam al Quran al-Isrā’ ayat 9 “Sesungguhnya AlQuran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka pahala yang besar.”

“Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala berlipat ganda, sekaligus menjadi cahaya yang membimbing kehidupan seorang muslim,” bebernya.

Menurut dia, amalan kedua menegakkan salat. Salat adalah tiang agama dan sarana komunikasi paling mulia antara hamba dengan Allah. Menjaga salat secara istiqamah menjadi bukti ketundukan dan komitmen seorang mukmin dalam menjalankan perintah Allah.

“Amalan ketiga adalah menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah karuniakan, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan,” urainya.

Menurutnya, infak mencerminkan keyakinan bahwa harta hanyalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian, seperti BMT yang gagal membayar hasil dari investasi bagi nasabah.

“Sementara itu, berniaga dengan Allah melalui AlQuran, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keberkahan hidup di dunia sekaligus keselamatan di akhirat," pungkasnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....