Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Hadirkan Fosil Dinosaurus Asli dari Tiongkok

  • 26 Jul 2026 15:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Setela diresmikan Pemerintah Kota Solo bersama Tahir Foundation pada Sabtu, 25 Juli 2026, Tahir Solo Museum resmi dibuka untuk masyarakat umum mulai Minggu, 26 Juli 2026.

Museum yang menggabungkan konsep art, science, and culture ini, siap menjadi destinasi wisata edukasi terbaru di Kota Solo dengan harga tiket masuk yang bervariasi. Pengelola Tahir Solo Museum, Tjoek Sugiharto, menyampaikan bahwa museum ini akan beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Dikatakan Tjoek Sugiharto juga, bahwa untuk memberikan akses pendidikan yang terjangkau, tarif tiket dikategorikan berdasarkan usia pengunjung dan program edukasi khusus.

"Tiketnya untuk anak-anak dan pelajar itu Rp30.000, sedangkan untuk dewasa Rp50.000. Kami juga menyediakan paket tahunan seharga Rp400.000 khusus bagi siswa-siswi yang ingin belajar mendalam tentang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), IT dan robotik seperti kegiatan ekstrakurikuler bersama pembimbing," kata Tjoek Sugiharto.

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah kehadiran fosil dinosaurus asli yang didatangkan langsung dari Tiongkok. Direktur Utama Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, mengungkapkan bahwa fosil tersebut merupakan pinjaman yang akan dipamerkan secara berkala dan diupayakan untuk terus diperpanjang.

"Secara teori pinjamannya enam bulan, tetapi nanti kita mau perpanjangan. Selain itu, wahana teknologi seperti planetarium dan konten lainnya akan terus diperbarui secara berkala agar pengunjung tidak bosan," ucap Dato Sri Tahir.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengapresiasi kehadiran Tahir Solo Museum yang dinilai menjadi berkah luar biasa bagi warga kota Bengawan. Untuk meningkatkan angka kunjungan museum serta memaksimalkan potensi edukasi, Pemkot berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi terdekat.

"Konsep museum ini sangat lengkap, mulai dari teknologi dan STEM di lantai bawah, fosil dan tata surya di lantai tengah, hingga seni di lantai atas. Kami membuka peluang kerja sama dengan kampus-kampus di sekitar sini, khususnya Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta," ujar Respati Ardi.

Pembangunan museum seluas lima hektar ini baru merupakan fase pertama. Nantinya akan kembali dilanjutkan ke fase berikutnya yang mencakup auditorium tertutup dan terbuka untuk ajang internasional, hingga fasilitas penunjang lain seperti pengembangan UMKM untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....