ASN Frontliner Pemkot Solo Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris untuk Tingkatkan Layan
- 01 Jul 2026 13:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 70 aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lini pelayanan publik mengikuti pelatihan bahasa Inggris bagi frontliner di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Pelatihan tersebut digelar di Ruang Manganti Praja, Kompleks Balai Kota Surakarta, Rabu 1 Juni 2026.
Pelatihan bertajuk English for Public Excellence: Basic Frontliner Communication in Local Government Offices itu merupakan hasil kolaborasi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta dengan Program Studi D4 Bahasa Inggris Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan kemampuan berbahasa Inggris menjadi keterampilan yang semakin penting bagi ASN, khususnya petugas front office yang berinteraksi langsung dengan masyarakat maupun tamu dari luar negeri.
"Pelayanan publik saat ini tidak hanya dituntut cepat dan ramah, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting, terutama bagi ASN yang bertugas di garis depan pelayanan," kata Astrid saat membuka kegiatan.
Menurut Astrid, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ASN di bidang pelayanan publik. Ia mengapresiasi semangat para peserta yang terus berupaya mengembangkan kompetensi diri.
"Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam menghubungkan semua orang. Karena itu, kemampuan bahasa Inggris menjadi bekal yang perlu dimiliki ASN, terutama bagi petugas front office yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat," katanya.
Astrid menegaskan, petugas pelayanan tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis komunikasi, tetapi juga harus mengedepankan nilai-nilai pelayanan seperti sopan santun, keramahan, dan empati.
"Frontliner harus mampu melayani dengan teknik komunikasi yang baik. Namun yang tidak kalah penting adalah mengedepankan sopan santun dan ramah tamah. Skill itu penting, tetapi sikap dalam melayani masyarakat juga menjadi penentu kualitas pelayanan," tegasnya.
Ia berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat meningkatkan kompetensi ASN sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Surakarta.
Sementara itu, peserta mendapatkan berbagai materi komunikasi praktis, mulai dari teknik menyambut tamu, memperkenalkan layanan, memberikan informasi, menjawab pertanyaan, hingga membangun komunikasi yang sopan dan efektif dalam bahasa Inggris.
Melalui kerja sama antara BKPSDM Kota Surakarta dan Sekolah Vokasi UNS, Pemerintah Kota Surakarta berharap kualitas ASN terus meningkat sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....