Kemendikdasmen Apresiasi Kelulusan 100 Persen Program PKW dan PKK di Karanganyar
- 24 Jul 2026 22:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 169 peserta dari 7 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berhasil menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus uji kompetensi.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan Karanganyar menjadi percontohan nasional dalam pengintegrasian program PKW dengan uji kompetensi bersertifikat Garuda. Pelatihan berstandar nasional ini didominasi 95 persen praktik guna membekali lulusan SMA tak bekerja dan anak putus sekolah.
“Di Karanganyar ini sangat lengkap dan bisa menjadi percontohan nasional karena peserta PKW tidak hanya dirilis untuk berwirausaha, tetapi juga dibekali sertifikat kompetensi. Sertifikat ini sangat bermanfaat saat mereka melamar ke industri di dalam maupun luar negeri,” ujar Yaya Sutarya kepada wartawan usai menghadiri, kegiatan penutupan dan penyerahan BSU lembaga kursus dan pelatihan Astina Wijaya di kantor Disdikbud Karanganyar, Jumat 24 Juli 2026 .
Yaya menjelaskan selain dibekali keterampilan dan permodalan dasar, para peserta juga difasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Kementerian Perdagangan. Langkah ini diambil agar para lulusan dapat langsung membuka usaha secara legal dan mandiri di daerahnya masing-masing.
"Bahkan tadi alhamdulillah juga dikasih NIB untuk izin berusaha dari Disdag. Jadi, mereka sudah dikasih uji kompetensi, dikasih keterampilan, dikasih modal, dan dikasih untuk izin berusaha," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menilai profesi keterampilan seperti Make Up Artist (MUA) memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan. Pihaknya mendorong lulusan pelatihan nonformal untuk terus berinovasi dan tidak sekadar menjadi pencari kerja.
“Pendidikan nonformal membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan usaha. Kami berharap lahir wirausahawan baru yang kreatif, inovatif, dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Hendro.
Dukungan sertifikasi nasional tersebut diakui Pimpinan LKP Asti Karanganyar, Asti, sebagai dorongan utama tingginya minat peserta pelatihan. Kelulusan yang dibarengi sertifikat kompetensi resmi negara dinilai menjadi bukti pengakuan keahlian bagi para lulusan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Daya minat anak-anak tinggi karena ingin tersertifikasi dan diakui negara melalui sertifikat bergambar Garuda. Sertifikat ini menjadi bukti kompetensi saat mereka berwirausaha maupun bekerja di luar negeri,” ujar Asti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....