Peringatan HAN 2026, Waspadai Modus Narkoba Anak

  • 24 Jul 2026 19:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penyalahgunaan narkoba saat ini tidak hanya mengincar kalangan remaja dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak dengan berbagai modus, termasuk melalui minuman dan makanan.

"Yang penting anak-anak selalu berhati-hati jika bertemu orang yang tidak dikenal dan diberi makanan atau minuman,” ujar Ipda Sutarmi Kaurmin Satresnarkoba Polresta Surakarta, saat menjadi narasumber peringatan Hari Anak Nasional di SD Muhammadiyah 16 Karangasem (MunasSka) Surakarta, Kamis 23 Juli 2026.

Sutarmi yang hadir bersama Wakasat Satresnarkoba Polresta Surakarta AKP Winarsih SH MH menjelaskan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bisa menimbulkan kerusakan serius pada sistem saraf, jantung, ginjal, hingga organ tubuh lainnya.

Menurut dia, ancaman tersebut tidak mengenal usia sehingga edukasi pencegahan perlu diberikan sejak dini kepada anak-anak.

Dia menuturkan masyarakat tidak dapat mengenali kandungan narkoba hanya dari bentuk atau warna makanan.

Sebab, ada berbagai jenis makanan maupun minuman yang tampil menarik, tetapi untuk memastikan kandungannya tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium.

“Karena itu, anak-anak diminta tidak mudah menerima pemberian makanan atau minuman dari orang yang belum dikenal serta segera melapor kepada guru atau orang tua apabila menemukan hal yang mencurigakan,” bebernya,

Ipda Sutarmi (kiri) Kaurmin Satresnarkoba Polresta Surakarta, saat menjadi narasumber peringatan Hari Anak Nasional di SD Muhammadiyah 16 Karangasem (MunasSka) Surakarta,

Edukasi semakin hidup ketika kegiatan berpindah ke panggung Hari Anak Nasional di Lapangan Karangasem Surakarta.

Dalam sesi dialog, AKP Winarsih mengajak siswa mengenali tanda-tanda seseorang yang telah terpapar NAPZA beserta dampaknya terhadap kesehatan, perilaku, dan masa depan.

Ia menegaskan penyalahgunaan narkoba dapat menyasar semua kelompok usia, termasuk anak-anak usia 0–18 tahun, sehingga setiap anak berhak memperoleh perlindungan melalui edukasi dan pendampingan.

Suasana berlangsung interaktif. Puluhan siswa antusias mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan kepada kedua polisi wanita tersebut.

Salah satunya Emma, siswi kelas V yang juga bertugas sebagai reporter Majalah Sigma. Emma mengaku senang dapat mewawancarai langsung narasumber dari Satresnarkoba Polresta Surakarta sehingga memperoleh pengalaman baru tentang dunia jurnalistik sekaligus pengetahuan mengenai bahaya NAPZA.

Usai sesi edukasi, peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan berbagai permainan tradisional seperti bekelan, dakon, betengan, jamuran, yoyo, dan lompat tali yang dimainkan bersama guru dan teman-teman.

Pejabat Humas Dwi Rakhmawati, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dikemas dengan konsep fun learning.

Menurutnya, kolaborasi dengan Polresta Surakarta menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan karakter, meningkatkan literasi keselamatan anak.

“Sekaligus membangun kesadaran sejak dini agar siswa mampu melindungi diri dari bahaya NAPZA melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan,” ujarnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....