Puluhan Ribu Ikan Keramba WKO Sragen Mati Mendadak, akibat Fenomena Upwelling
- 23 Jul 2026 22:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Fenomena upwelling atau pembalikan massa air melanda kawasan Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Akibat kejadian ini, puluhan ton ikan budidaya milik warga mati mendadak dan memicu kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Desa Ngargotirto, Sumadi, mengonfirmasi bahwa fenomena tahunan khas musim kemarau ini mulai terjadi sejak dua hari lalu. Kematian ribuan ikan jenis nila dan mas tersebut dipicu oleh meluapnya racun amoniak dari dasar waduk ke permukaan.
"Fenomena ini mulai terjadi dua hari yang lalu. Fenomena ikan mati di WKO Desa Ngargotirto disebabkan kadar amonia naik di sekitar lokasi keramba yang terdampak," ujar Sumadi saat dikonfirmasi, Kamis 23 Juli 2026.
Sumadi menjelaskan, tingkat kerugian yang ditanggung para petani keramba kali ini terbilang cukup besar. Dari total sekitar 200 petani ikan di wilayahnya, beberapa di antaranya kehilangan puluhan ton ikan berukuran besar yang siap panen. Kerugian untuk satu petak kolam saja ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Satu kolam habis pakan 4,5 ton, sedangkan harga pakan untuk 3 ton saja sudah Rp34 juta. Rata-rata biaya modal per petaknya bisa mencapai Rp50 juta. Kerugian total kejadian ini disinyalir setara dengan harga satu unit mobil Toyota Avanza baru," kata dia.
Menurut Sumadi, para pembudidaya sebenarnya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti menggeser keramba jaring apung ke area air yang lebih aman dan terbebas dari sirkulasi racun amoniak. Bahkan, sebagian besar petani terpaksa tidak tidur malam demi mengawasi kondisi ikan mereka.
Namun, faktor cuaca ekstrem berupa angin kencang menjadi kendala utama di lapangan. Hantaman angin membuat proses pergeseran keramba melambat hingga berujung pada keterlambatan evakuasi.
"Ini fenomena tahunan, tiap tahun pasti ada. Para petani sudah mengantisipasi dengan menggeser keramba, namun karena faktor angin kencang, pergeseran jadi terlambat. Ini kejadian pertama di tahun ini, tetapi kondisi cuaca seperti ini berpotensi terjadi hingga dua sampai tiga kali," ucapnya.
Hingga saat ini, para pembudidaya ikan di WKO terus bersiaga dan bergotong-royong menyingkirkan bangkai ikan agar tidak mencemari air serta memindahkan sisa keramba yang masih selamat ke zona aman. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....