Cuaca Ekstrem Picu Upwelling, Puluhan Ton Ikan di Waduk Cengklik Boyolali Mati
- 18 Mei 2026 20:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, BOYOLALI - Fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya fenomena upwelling atau pembalikan massa air di Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Akibatnya, puluhan ton ikan milik petani keramba jaring apung (KJA) mati mendadak pada Jumat hingga Sabtu 15-16 Mei 2026, menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Fenomena upwelling ini menyebabkan endapan amonia dari sisa pakan di dasar waduk naik ke permukaan. Hal tersebut membuat kadar oksigen di dalam air menurun drastis secara tiba-tiba, sehingga ikan siap panen mati lemas dalam waktu singkat.
Salah seorang petani ikan keramba di Waduk Cengklik, Walidi, mengungkapkan bahwa dampak kematian massal ikan ini menyerang hampir seluruh kelompok tani di kawasan tersebut. Dari tiga kelompok tani yang ada, total ikan yang mati diperkirakan mencapai belasan ton.
"Satu kelompok tani saja yang mati itu sekitar 6 ton ikan. Padahal di sini ada tiga kelompok tani yang aktif. Kalau untuk saya pribadi, ikan yang mati mencapai 1,5 ton," ujar Walidi saat dikonfirmasi rri.co.id Senin 18 Mei.
Walidi menambahkan, ikan-ikan yang mati tersebut rata-rata sudah memasuki ukuran siap konsumsi dan siap panen. Akibat kejadian ini, impian para petani untuk meraup untung dari hasil jerih payah mereka sirna seketika. Ikan-ikan yang mati terpaksa dievakuasi dan dibuang secara sia-sia agar tidak mencemari lingkungan waduk.
"Kerugiannya ya kalau dikalikan dengan harga pasar saat ini, untuk saya sendiri saja sudah sekitar Rp50 jutaan. Penyebab utamanya memang upwelling, amonianya naik dari dasar waduk. Intinya air kurang oksigen, oksigennya langsung drop*" imbuh Walidi dengan nada lesu.
Menurutnya, fenomena ini tidak terjadi setiap tahun dan waktunya tidak dapat diprediksi secara pasti, meskipun kejadian serupa sudah pernah melanda kawasan Waduk Cengklik beberapa kali sebelumnya.
Petani Waduk Kedung Ombo Sragen Mulai Was-was
Kabar rontoknya jutaan ikan di Waduk Cengklik Boyolali ini rupanya mulai memicu kekhawatiran bagi para petani keramba di kawasan lain. Di Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di wilayah Ngasinan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, para petani mengaku mulai meningkatkan kewaspadaan.
Mbah Dung, salah seorang petani keramba senior di Ngasinan, Sumberlawang, mengaku terus memantau pergerakan cuaca dan arah angin guna mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem.
"Ya kalau yang dikhawatirkan petani Kedung Ombo itu biasanya angin dari selatan yang bertiup bertubi-tubi tanpa henti, Mas. Siang malam anginnya kencang terus sampai tiga-empat hari, itu biasanya jadi tanda awal upwelling karena air bawah bisa naik," ujar Mbah Dung, Senin malam.
Meskipun saat ini kondisi cuaca di kawasan WKO Sragen dinilai masih relatif aman dan kondusif, para petani biasanya akan mulai was-was saat memasuki bulan Agustus mendatang. Langkah antisipasi yang biasa dilakukan petani di WKO adalah dengan menggeser posisi keramba ke titik yang lebih aman jika tanda-tanda alam mulai muncul.
"Saat ini petani di sini masih tenang, cuaca masih damai. Tapi kami tetap pantau terus. Kemarin teman dari sales pakan juga sudah mengirimkan video kondisi di Waduk Cengklik ke saya. Semoga saja fenomena upwelling tidak sampai bergeser ke wilayah Kedung Ombo," katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....