Menelusuri Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya di Museum Tertua Indonesia
- 21 Jul 2026 14:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kota Surakarta (Solo) tak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa, tetapi juga menjadi rumah bagi Museum Radya Pustaka—museum tertua di Indonesia yang menyimpan riwayat panjang peradaban Nusantara. Berdiri sejak era kolonial, museum ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, seni, dan sastra yang sangat bernilai.
Museum Radya Pustaka didirikan pada 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV, Kanjeng Raden Adipati yang menjabat sebagai Patih Dalem pada masa pemerintahan Pakubuwana IX dan Pakubuwana X.Nama Radya Pustaka berasal dari kata Radya (kerajaan/istana) dan Pustaka (perpustakaan/buku). Secara harfiah, Radya Pustaka berarti perpustakaan kerajaan.
Museum ini mulai berdiri di kediaman KRA Sosrodiningrat IV di Kepatihan.Kepindahan Lokasi Pada 1 Januari 1913, museum dipindahkan ke lokasinya saat ini di Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, yang dahulunya merupakan kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar.
Memasuki kompleks Museum Radya Pustaka, pengunjung langsung disambut oleh patung dada R.Ng. Ranggawarsita, pujangga besar Karaton Surakarta Hadiningrat. Museum ini menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah yang terbagi dalam beberapa kategori utama,”Di bagian perpustakaan, tersimpan ribuan naskah kuno (manuskrip) beraksara Jawa dan buku-buku berhuruf Belanda, Latin, serta Arab. Salah satu naskah penting yang ada di sini adalah Serat Rama, Serat Centhini, dan berbagai catat sejarah babad”, ungkap Fajar pengelola Museum Radya Pustaka.
Museum ini memiliki berbagai jenis wayang dari beragam era dan media, seperti wayang Purwa yaitu wayang kulit klasik dengan karakter Mahabharata dan Ramayana.Wayang Beber,adalah wayang yang dilukis di atas gulungan kain/kertas.Wayang Sukrasana & Wayang Gedog adalah wayang kayu dan jenis wayang langka lainnya.
Di halaman dan ruang pameran dalam, terdapat puluhan arca batu peninggalan zaman Hindu-Buddha (seperti Arca Durga, Ganesha, dan Shiva) serta benda-benda perunggu antik seperti perhiasan, alat upacara, dan mata uang kuno.
Salah satu ikon paling ikonik di museum ini adalah hiasan haluan perahu (canthik) bernama Rajamala. Patung kayu berwujud raksasa ini dulunya terpasang pada perahu kerajaan ciptaan Pakubuwana IV yang digunakan untuk menyusuri Sungai Bengawan Solo.
Sebagai salah satu cagar budaya penting di Surakarta, Museum Radya Pustaka terus mengalami pembenahan agar tetap relevan dengan zaman. Pemerintah daerah bersama pengelola terus melakukan digitalisasi manuskrip kuno untuk menyelamatkan fisik kertas yang mulai lapuk, sekaligus mempermudah para peneliti serta akademisi meriset literatur Jawa kuno. (Aditya Wardhana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....