Dinsos Surakarta Sebut Data Penerima Bansos Terus Berubah Ikuti DTSEN

  • 23 Jul 2026 11:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Sosial Kota Surakarta menyebut data penerima bantuan sosial terus berubah mengikuti pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut menyebabkan daftar penerima bansos dapat bertambah maupun berkurang pada setiap periode pembaruan data.

Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, Samsu Tri Wahyudin, mengatakan penempelan stiker penerima bansos masih menggunakan data Desember 2025. Sementara itu, pemutakhiran DTSEN dilakukan setiap tiga bulan oleh pemerintah pusat.

"Kondisi yang kita pakai itu kan data Desember 2025. Sementara proses pembaharuan atau pemutakhiran DTSEN itu tiap tiga bulan ada perubahan," katanya saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kota Surakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan daftar penerima bansos telah dikunci saat pencetakan stiker pada Maret 2026. Namun, setelah itu masih terjadi pembaruan data sehingga terdapat perubahan status penerima.

"Ketika kita tetapkan bulan Maret untuk cetak dan daftar namanya sudah kita kunci. Periode April, Mei, Juni ada perubahan. Nah, kita tempelnya Juni itu, pas sudah habis waktunya Juli keluar data lagi," ucapnya.

Menurut Samsu, rumah tangga yang sudah tidak lagi menerima bansos akan dilepas stikernya. Sebaliknya, keluarga yang masih menerima salah satu program bantuan tetap dipertahankan sebagai penerima.

"Kalau sudah tidak terima bansos lagi ya kita lepas. Intinya selama dia menerima salah satu dari tiga bantuan, PKH atau BPNT atau BPJS Kesehatan, stikernya tetap bisa ditempel," ujarnya.

Ia menambahkan penempelan stiker akan kembali dilakukan pada akhir tahun sambil menyesuaikan perkembangan data terbaru. Menurutnya, perubahan data memungkinkan munculnya penerima baru maupun berkurangnya penerima lama.

"Rencana nanti di akhir tahun juga masih ada kegiatan penempelan lagi. Data DTSEN Desil 1 sampai 5 ini kan dinamis. Jadi yang saat ini mungkin ditempel nanti bisa jadi sudah selesai penerimaan bansosnya bisa dilepas, mungkin ada rumah tangga baru yang masuk menerima bansos lagi," ujar Samsu. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....