BPOM Ingatkan Pola Konsumsi Tak Sehat Picu Penyakit Kronis

  • 23 Jul 2026 11:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surakarta mengingatkan masyarakat agar mulai memperbaiki pola konsumsi untuk mencegah meningkatnya penyakit kronis. Edukasi keamanan pangan dinilai menjadi langkah preventif dalam membangun pola hidup sehat sejak dini.

Kepala BPOM Surakarta, Taufiqurrohman, mengatakan masyarakat selama ini lebih mengenal penyakit akut dibanding penyakit kronis. Padahal, penyakit kronis berkembang secara perlahan dan kerap disadari ketika kondisinya sudah berat.

"Kebanyakan masyarakat ketahuannya penyakit yang berbahaya itu langsung tumbang. Masyarakat enggak tahu yang namanya penyakit kronis. Pelan-pelan, tahu-tahu umur 35 asam urat naik, tahu-tahu tekanan darah 200, gula darah 300," katanya, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menuturkan salah satu penyebab meningkatnya penyakit kronis adalah pola konsumsi yang tidak sehat. Karena itu, BPOM memberikan edukasi agar masyarakat memahami batas konsumsi gula serta menerapkan pola makan yang lebih seimbang.

"Dari yang sebelumnya tidak mengerti pola konsumsi kadar gula yang dikonsumsi sehari melebihi batas, nanti kita berikan tips-tipsnya sehingga anak-anak sekolah mulai sadar pola hidup seimbang," ucapnya.

Taufiqurrohman menjelaskan edukasi tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga peserta didik di sekolah. Menurutnya, kebiasaan memilih makanan yang aman dan sehat perlu ditanamkan sejak usia dini.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Surakarta, Purwanti, mengatakan edukasi keamanan pangan harus dimulai sedini mungkin. Sekolah dan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membangun pola hidup sehat anak.

"Keamanan pangan itu wajib hukumnya untuk kita edukasikan sedini mungkin melalui sekolah dan melalui keluarga. Nanti peran keluarga juga menjadi bagian penting untuk upaya preventif," ujar Purwanti.

Ia menambahkan langkah pencegahan perlu dilakukan sejak sekarang mengingat kasus penyakit degeneratif mulai ditemukan pada usia yang lebih muda di sejumlah daerah. Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan terus meningkat. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....