Keraton Surakarta Gelar Wilujengan Tandai Revitalisasi 13 Titik Kawasan

  • 21 Jul 2026 20:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan Revitalisasi Kawasan Keraton di Sasana Maligi, Selasa 21 Juli 2026. Prosesi berlangsung khidmat sebagai penanda dimulainya revitalisasi 13 titik kawasan cagar budaya yang didukung pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi, Pelaksana Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi, serta jajaran Sentana Dalem dan abdi dalem.

Ketua LDA Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari mengatakan wilujengan digelar sebagai bentuk doa bersama sebelum dimulainya revitalisasi kawasan Keraton Surakarta. Revitalisasi tersebut mencakup sejumlah bangunan penting di dalam kompleks keraton.

"Wilujengan seperti yang kita tahu semua bahwa akan dimulainya revitalisasi kawasan keraton. Meliputi mulai dari Pagelaran, Sitinggil, terus yang ada di dalam kedaton itu ada Museum dan Bangsal Pradonggo, terus ada Sasana Handrawina," katanya.

Ia menegaskan revitalisasi merupakan bagian dari upaya pelestarian kawasan cagar budaya, sehingga seluruh proses diharapkan dapat berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah juga akan melanjutkan penataan nonfisik melalui penguatan sumber daya manusia di lingkungan Keraton Surakarta.

"Keraton Surakarta sudah dibantu oleh Pemerintah Indonesia untuk pembangunan secara fisik. Nanti akan dilanjutkan juga penataan nonfisiknya, manusianya yang perlu ditata kembali dan dibekali, terutama Sentana Dalem," katanya.

Sementara itu, PB XIV Mangkubumi menyampaikan revitalisasi diprioritaskan pada bangunan yang kondisinya sudah mendesak untuk segera ditangani. Dari 13 titik yang akan direvitalisasi, prioritas saat ini adalah penanganan koleksi museum.

"Fokusnya paling banyak ada di museum karena koleksi-koleksinya harus segera dikonservasi, didata, dan diinventarisasi melalui mekanisme yang benar," ucap PB XIV Mangkubumi.

Ia menjelaskan pekerjaan revitalisasi dijadwalkan dimulai Kamis, 23 Juli 2026. Seluruh kawasan yang menjadi sasaran revitalisasi diupayakan dikerjakan secara bersamaan agar penyelesaiannya lebih efektif.

"Ada 13 titik. Mulainya dari museum, tetapi kami usahakan semuanya bisa dikerjakan secara serempak, tidak berurutan," ujarnya.

Selama proses revitalisasi berlangsung, museum Keraton Surakarta akan ditutup sementara untuk mendukung kelancaran pekerjaan. Keraton berharap revitalisasi dapat selesai tahun ini sehingga kawasan cagar budaya tersebut kembali dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelestarian, edukasi, dan kunjungan masyarakat. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....