Solo Anggrek Festival 2026 Resmi Dibuka, Respati Dorong Industri Tanaman Hias

  • 19 Jul 2026 12:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Solo Anggrek Festival 2026 resmi dibuka di Loji Gandrung, Surakarta, Sabtu 18 Juli 2026. Pemerintah Kota Surakarta berharap festival yang mempertemukan pegiat dan pecinta anggrek itu dapat menjadi agenda tahunan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengapresiasi komunitas Suka Tanaman Nusantara (Sutara) dan seluruh pihak yang telah menggagas penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mengembangkan potensi tanaman hias di Kota Solo.

"Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas Sutara beserta seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan festival ini. Kami berharap festival ini setiap tahun akan berjalan terus dan terus berdampak kepada ekonomi dan masyarakat di sekitar yang ada di Kota Surakarta," ujar Respati.

Ia menilai pelestarian anggrek bukan hanya menjadi tanggung jawab para pencinta tanaman, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Selain menjaga keanekaragaman hayati, industri tanaman hias dinilai memiliki nilai ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, khususnya di wilayah perkotaan.

"Pelestarian anggrek ini bukan semata hanya tugas para pencinta tanaman, melainkan tanggung jawab bersama. Industri hobi, salah satunya anggrek, benar-benar bisa mendorong ekonomi. Justru tanaman hobi menjadi nilai ekonomi di perkotaan yang bisa menjadikan penciptaan lapangan kerja," katanya.

Respati juga memperkenalkan Satgas Semesta yang dibentuk Pemerintah Kota Surakarta sebagai upaya memperkuat kebijakan berwawasan lingkungan. Satgas tersebut akan menangani persoalan sampah, pencemaran sungai, penebangan pohon, hingga pengembangan urban farming dengan melibatkan Forkopimda dan tokoh masyarakat.

"Kami komitmen melalui Satgas Semesta melibatkan seluruh Forkopimda dan tokoh masyarakat untuk memberikan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Tentunya edukasi ini membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat sejak usia dini," ucapnya.

Menurut Respati, penyelenggaraan Solo Anggrek Festival di Loji Gandrung juga memberikan nilai tambah karena memadukan pelestarian tanaman hias dengan pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai ruang publik. Ia mengajak masyarakat menikmati keindahan anggrek sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian alam. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....