Festival Candi Sojiwan ke-8 Meriah, Belasan Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan Warga

  • 13 Jul 2026 22:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, KLATEN – Pemerintah Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten kembali menggelar Festival Candi Sojiwan pada Minggu, 12 Juli 2026. Festival yang memasuki tahun kedelapan ini dilaksanakan di Kompleks Candi Sojiwan dan berlangsung meriah.

Kegiatan diawali dengan kirab gunungan hasil bumi yang dibawa oleh perwakilan Rukun Warga (RW) di desa setempat. Masing-masing RW juga menampilkan berbagai atraksi dan kesenian menarik.

Ketua Panitia Festival Candi Sojiwan, Guntur Andi Pamungkas, mengatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Rangkaian acara yang digelar antara lain lomba tari se-Jawa Tengah dan DIY, pertunjukan angklung, Sendratari Ramayana, dan diakhiri dengan pesta kembang api.

Ia menambahkan, Festival Candi Sojiwan tahun 2026 ini bertujuan untuk mengenalkan potensi seni dan budaya yang ada di Desa Kebondalem Kidul, sekaligus mendongkrak popularitas objek wisata Candi Sojiwan.

"Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan budaya yang ada di Kebondalem Kidul. Khususnya, masing-masing RW menampilkan kebudayaannya dengan membawa gunungan dan produk UMKM, sekaligus untuk lebih mengenalkan wisata Candi Sojiwan," kata Guntur Andi Pamungkas.

Guntur menyebutkan, total ada 12 gunungan hasil bumi yang dikirab, terdiri atas 11 gunungan dari masing-masing RW dan satu gunungan utama dari pihak panitia. Gunungan tersebut disusun dari sayur-mayur, buah-buahan, serta makanan khas desa setempat seperti abon, apem, dan sagon.

Momen yang paling dinantikan masyarakat dalam festival ini adalah tradisi berebut gunungan. Sebanyak 12 gunungan hasil bumi tersebut langsung ludes diserbu ratusan pengunjung dalam waktu singkat.

Salah seorang warga, Wijiyati (50), mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam tradisi rebutan gunungan tersebut. Meski harus bersusah payah dan berdesakan dengan warga lain, ia berhasil mendapatkan sayuran seperti kacang panjang dan wortel.

"Agak susah didapat, murah pangan. Tadi berebut dengan yang lain, alhamdulillah dapat padi, kacang, wortel, dan cabai. Nanti mau dimasak biar berkah," ujarnya.

Wijiyati mengaku hampir setiap tahun selalu hadir dalam Festival Candi Kembar ini untuk ikut berebut gunungan. Menurutnya, gelaran festival ini sangat bagus untuk mengenalkan budaya lokal, dan ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun mendatang. (Adam Sutanto)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....