Perkuat Literasi, Wali Kota Surakarta Minta Anak-anak Membiasakan Menulis
- 17 Jul 2026 10:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Respati Ardi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya literasi digital melalui peningkatan minat membaca, menulis, serta penguatan karakter anak di era digital.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan bersama Bunda Literasi Jawa Tengah yang diadakan di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, Kamis 16 Juli 2026.
Dikatakan Respati Ardi, tantangan literasi di era digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan berpikir kritis dan budaya menulis sejak usia dini.
"Anak-anak perlu dibiasakan menulis berita, menulis peristiwa, maupun menuangkan pengalaman mereka. Budaya menulis harus terus kita hidupkan," kata Respati Ardi.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menulis buku harian maupun membuat ucapan kepada guru atau keluarga pada momen tertentu juga perlu kembali dibudayakan sebagai bagian dari penguatan literasi.
Ditambahkan Respati Ardi, peran keluarga dalam membentuk karakter anak menjadi sesuatu yang penting dijalankan. Respati menjelaskan bahwa di Kota Surakarta ada program Gerakan Momong Anak setiap hari Minggu sebagai upaya mendorong keterlibatan para ayah dalam pengasuhan.
"Melalui gerakan ini, para ayah didorong lebih aktif mendampingi anak-anak, sementara para ibu memiliki waktu untuk beristirahat. Kehadiran ayah dalam pengasuhan juga penting untuk memperkuat karakter anak dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," katanya menambahkan.
Pada kesempatan ini juga, Respati turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan bersama Bunda Literasi.
Dirinya sangat berharap penguatan gerakan literasi digital tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan budaya membaca, menulis, dan belajar yang semakin kuat di tengah masyarakat Jawa Tengah. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....